KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank CIMB Niaga Tbk berupaya menjaga laju profitabilitasnya pada awal kuartal II-2026. Hingga April 2026, bank berkode saham BNGA ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 2,27 triliun secara bank only, relatif stagnan dengan catatan kenaikan 0,8% secara tahunan (
year-on-year/yoy). Menengok laporan keuangannya, dikutip Kamis (28/5/2026), capaian ini dipengaruhi sejumlah hal. Pada pos pendapatan bunga bersih (
net interest income/NII), bank mencatatkan koreksi tipis 1% yoy menjadi Rp 3,87 triliun.
Baca Juga: Multifinance Waspadai Dampak Kenaikan BI Rate Terhadap Penyaluran Pembiayaan Jika dibedah, pendapatan bunga bank memang turun 7,97% yoy menjadi Rp 7 triliun. Padahal, beban bunga bank berhasil ditekan dengan catatan penurunan 15,36% yoy menjadi Rp 3,13 triliun, mencerminkan transmisi suku bunga yang mulai berjalan. Dari sisi operasional lainnya, bank terpantau mulai menaikkan pencadangan (impairment) untuk periode ini, dengan catatan lonjakan 90,97% yoy menjadi Rp 347,28 miliar. Namun, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank juga berhasil tumbuh
double digit 20,39% yoy menjadi Rp 915,15 miliar. Selain itu, dalam periode ini bank juga mencatatkan keuntungan dari peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan sebesar Rp 1,31 triliun, kontras dari periode tahun sebelumnya yang justru mencatatkan kerugian Rp 237,01 miliar dari penurunan nilai wajar liabilitas keuangan. Pada gilirannya itu turut mendorong turun beban operasional lainnya bank sebesar 15,58% yoy menjadi Rp 995,27 miliar. Dus, laba operasional bank masih berhasil tumbuh 5,3% yoy menjadi Rp 2,88 triliun. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank tumbuh 6,99% yoy menjadi Rp 171,39 triliun, sementara pembiayaan syariah bank turun 10,22% yoy menjadi Rp 52,35 triliun. Dus, in total pembiayaan bank tercatat hanya tumbuh 2,4% yoy menjadi Rp 223,75 triliun.
Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 3,72% yoy menjadi Rp 259,86 triliun. Namun begitu, komposisi DPK bank kian didominasi oleh dana murah. Rinciannya, giro bank mencapai Rp 101,99 triliun atau tumbuh 19,76% yoy, tabungan sebesar Rp 90,33 triliun atau tumbuh 8,47% yoy, sementara deposito sebesar Rp 67,52 triliun, turun 17,74% yoy.
Baca Juga: Bank Woori Saudara (BWS) Rombak Susunan Direksi dan Komisaris Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News