CIMB Niaga Dikabarkan Jajaki IPO Unit Usaha Syariah Setelah Spin Off



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. PT Bank CIMB Niaga Tbk dikabarkan sedang menjajaki penawaran umum perdana (IPO) anak perusahaan perbankan syariahnya, CIMB Niaga Syariah, setelah unit tersebut melakukan spin off menjadi perusahaan mandiri.

Potensi pencatatan saham CIMB Niaga Syariah paling cepat akan dilakukan pada tahun 2028, menurut dua orang sumber Reuters yang mengetahui masalah tersebut, Rabu (28/1/2026).

CIMB Niaga Syariah dijadwalkan beroperasi sebagai bisnis independen mulai Mei 2026, kata beberapa sumber. IPO kemungkinan hanya akan dilakukan setelah membangun rekam jejak sebagai entitas terpisah, termasuk laporan keuangan yang diaudit.


Masih menurut sumber Reuters, unit syariah CIMB Niaga tersebut dapat bernilai sekitar US$ 1 miliar pada saat potensi pencatatan saham di Indonesia pada tahun 2028, tergantung pada kinerja dan kondisi pasar.

Masih terlalu dini untuk menentukan ukuran IPO, tetapi hasil dari potensi pencatatan saham kemungkinan akan digunakan untuk memperkuat modal dan mendanai pertumbuhan serta investasi digital di unit syariah.

Baca Juga: Likuiditas Longgar, OK Bank Proyeksi DPK Tumbuh 10% di Tahun 2026

Sumber tersebut menambahkan, waktu dan ukuran penawaran saham masih bergantung pada kondisi pasar dan proses regulasi. Mereka juga memperingatkan bahwa diskusi masih bersifat pendahuluan dan belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Sumber-sumber Reuters tersebut meminta agar identitas mereka dirahasiakan karena informasi tersebut bersifat pribadi.

CIMB Niaga menolak berkomentar, dengan mengatakan bahwa mereka fokus pada penguatan bisnis inti dan mendukung pertumbuhan inklusif di seluruh Indonesia.

"Di CIMB Niaga dan CIMB Niaga Syariah, fokus kami tetap pada memajukan pelanggan dan masyarakat dengan memberikan nilai berkelanjutan kepada pelanggan, pemangku kepentingan, dan komunitas yang kami layani, sambil terus memperkuat bisnis inti kami, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia," kata mereka dalam tanggapan email kepada Reuters.

Pertimbangan IPO juga mencerminkan tujuan pemberi pinjaman untuk memanfaatkan pertumbuhan di pasar mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah mendorong konsolidasi dan skala yang lebih besar dalam perbankan syariah, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), regulator keuangan negara, mendorong pertumbuhan sektor dan menetapkan reformasi struktural dalam peta jalan perbankan syariah 2023-2027.

Baca Juga: Likuiditas Longgar, OK Bank Proyeksi DPK Tumbuh 10% di Tahun 2026

Pencatatan saham akan memposisikan CIMB Niaga Syariah sebagai salah satu dari sedikit pemberi pinjaman syariah murni yang terdaftar di bursa saham negara, berpotensi menarik permintaan institusional domestik yang kuat seiring dengan ekspansi ekonomi halal.

CIMB Niaga, pemberi pinjaman swasta terbesar kedua di Indonesia, telah mengembangkan bisnis syariahnya. Aset unit syariah tumbuh 7,6% menjadi Rp 67,5 triliun pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penyaluran pembiayaan meningkat 9,1% menjadi Rp 60,3 triliun, menurut laporan tahunan CIMB Niaga 2024. 

Selanjutnya: Bakal dilantik, Calon Anggota Dewan Energi Nasional Merapat ke Istana

Menarik Dibaca: Trading Halt! BEI Bekukan Perdagangan Sementara Setelah IHSG Anjlok 8%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News