CIMB Niaga Genjot Fee Based Income di Tengah Tekanan Margin Bunga



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terus menggenjot pendapatan berbasis komisi atau fee based income di tengah tekanan terhadap margin bunga. Namun, pertumbuhan pendapatan nonbunga tersebut masih belum mampu mengimbangi pelemahan pendapatan bunga perseroan.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, perseroan kini memfokuskan pertumbuhan pendapatan pada segmen nonbunga karena margin bunga masih cenderung tertekan. Di sisi lain, potensi pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dinilai masih cukup baik.

“Kami telah memfokuskan revenue ke pendapatan nonbunga atau fee income, mengingat margin cenderung masih tertekan dan potensi fee income yang masih baik,” ujar Lani kepada kontan.co.id, Kamis (15/10).


Baca Juga: Pendapatan Bunga BTN Susut 18,57%, BBTN Genjot Fee Based Income

Berdasarkan data hingga Agustus 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 7,92 triliun. Angka tersebut turun 1,27% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,03 triliun.

Sementara itu, pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi CIMB Niaga tumbuh 4,12% yoy menjadi Rp 1,86 triliun hingga Agustus 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan dari pos tersebut tercatat sebesar Rp 1,79 triliun.

Lani menjelaskan, pertumbuhan pendapatan nonbunga CIMB Niaga terutama ditopang oleh bisnis wealth management yang tumbuh sekitar 20% yoy. Selain itu, bisnis remitansi atau remittance juga mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Kontribusi lainnya berasal dari layanan transaksi mata uang asing atau multi-currency serta pendapatan administrasi lainnya.

“Mayoritas pertumbuhan fee income dari wealth management cukup bagus di sekitar 20% yoy, remittance juga double digits, serta dari multi-currency selain dari admin fee lainnya,” jelasnya.

Lani menambahkan, saat ini rasio pendapatan berbasis komisi terhadap total pendapatan atau fee-to-income ratio CIMB Niaga telah berada di atas 32%.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan nonbunga tersebut masih belum cukup untuk sepenuhnya mengompensasi pelemahan pendapatan bunga perseroan.

“Namun, kami rasa memang masih belum bisa menutupi lemahnya pendapatan bunga secara total,” tutup Lani.

Baca Juga: Bidik 40 Juta Muslim Affluent, Prudential Syariah Lihat Peluang Pasar Terbuka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News