CIMB Niaga Pangkas Biaya Overhead, Fokus Perkuat Layanan Digital



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga berhasil menjaga efisiensi biaya operasional di awal tahun ini. Pengendalian biaya overhead difokuskan pada penguatan layanan digital.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (CIR) perseroan berada di kisaran 46%, menjadikannya salah satu bank paling efisien di kelompok Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti 3 (KBMI 3).

Baca Juga: Tumbuh Subur, Transaksi Digital Jadi Motor Fee Income Perbankan


“Dengan CIR di kisaran 46%, CIMB Niaga termasuk yang paling efisien di KBMI 3,” ujar Lani, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, fokus belanja operasional tahun ini diarahkan untuk memperkuat jaringan digital, termasuk peningkatan infrastruktur data dan keamanan siber.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya transaksi digital melalui OCTO Mobile, aplikasi perbankan milik CIMB Niaga.

Pergeseran perilaku nasabah ke kanal digital berdampak positif terhadap efisiensi biaya.

Cost per transaction terus menurun karena nasabah semakin banyak beralih ke transaksi digital,” kata Lani.

Efisiensi juga terlihat dari pengurangan jumlah mesin ATM dan CRM (tarik dan setor tunai).

Baca Juga: Penerbitan SBSN Capai Rp 237,9 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Peran Jadi Dealer Utama

Hingga Desember 2025, jumlah mesin milik CIMB Niaga tercatat 2.786 unit, turun dari 3.256 unit pada Desember 2024.

Efisiensi serupa juga tercermin di industri perbankan. Berdasarkan data Asesmen Transmisi SBDK RDG Bank Indonesia Maret 2026, biaya overhead industri perbankan turun 31 basis poin menjadi 3,44% pada Februari 2026.

Ke depan, Lani menegaskan CIMB Niaga akan terus mengakselerasi digitalisasi dan otomasi layanan guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi transaksi nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News