CIMB Niaga Pastikan Belum Ada Penyesuaian Target Meski BI Rate Naik



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk masih mempertahankan target bisnis tahun 2026 meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) total 125 bps sejak awal tahun menjadi 5,75%.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyesuaian internal menyusul kenaikan suku bunga acuan tersebut.

Namun, dampaknya terhadap kinerja bank belum signifikan.


Baca Juga: CIMB Niaga Perluas Pasar Ritel, Bidik Pertumbuhan 30% dari Gelaran OCTO Land

"Kita masih optimistis. Intinya kita masih optimistis dan ingin benar-benar hadir untuk nasabah, mendukung mereka bersama-sama," ujar Lusi, Sabtu (20/6/2026).

Meski tengah melakukan penyesuaian, CIMB Niaga memastikan belum ada perubahan terhadap target bisnis yang telah ditetapkan untuk tahun ini. 

Secara umum, bagi bank, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan tak mengejutkan mengingat penyesuaian suku bunga telah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Toh, Lusi bilang kenaikan BI Rate perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Yang mana, kebijakan tersebut bertujuan untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan, memperkuat nilai tukar rupiah, serta mendorong sentimen positif di pasar modal.

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah Berkolaborasi dengan Plink dan iBantu Perkuat Zakat Digital

Dengan kondisi tersebut, harapannya aktivitas ekonomi tetap bergerak sehingga permintaan kredit dan transaksi perbankan masih dapat tumbuh.

"Kalau suku bunga bisa diperbaiki, IHSG naik, market lebih bagus, dolar bisa turun, sehingga ekonomi masih bisa berputar," katanya.

Tetap Mencermati Risiko

Meski demikian, Lusi mengaku kenaikan suku bunga perlu dicermati dari sisi kualitas aset. Kenaikan biaya dana berpotensi mendorong penyesuaian suku bunga kredit yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Karena itu, pihaknya bakal tetap berhati-hati dalam mengelola portofolio pembiayaannya.

"Yang harus di-watch out memang dari sisi suku bunga kredit. Kalau suku bunga naik, lending juga harus hati-hati dari sisi NPL," ujarnya.

Baca Juga: CIMB Niaga Cetak Laba Rp 2,27 Triliun hingga April 2026

Di sisi lain, CIMB Niaga menilai aktivitas ekonomi domestik masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari transaksi nasabah yang masih tumbuh dan aktivitas bisnis yang dinilai tetap berjalan dengan baik.

"Transaksi masih cukup bagus. Sebenarnya roda ekonomi masih jalan. Jadi kita tetap optimis," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News