CIMB Niaga Perkuat Porsi CASA untuk Mitigasi Kenaikan Biaya Dana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026 membuat perbankan harus beradaptasi cepat menyesuaikan strategi bisnisnya, salah satu upayanya adalah dengan memperbanyak porsi dana murah (CASA) dalam pendanaan.

PT Bank CIMB Niaga Tbk menjadi salah satu bank yang gencar memacu penghimpunan CASA. Jika dilihat dari laporan keuangannya per April 2026, porsi CASA CIMB Niaga mencapai 74,02% dari total dana pihak ketiga (DPK).

Secara rinci pada April 2026, porsi CASA CIMB Niaga yang terdiri dari giro dan tabungan mencapai Rp 192,34 miliar. Sementara, total DPK-nya mencapai Rp 259,86 miliar.


Baca Juga: BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan dan QLola by BRI di Indowood Expo 2026

Adapun rasio CASA CIMB Niaga tersebut terhitung lebih tinggi jika dibandingkan periode April 2025 yang sebesar 67,2%. 

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, bank yang dipimpinnya ini akan terus mempertahankan posisi CASA tetap tinggi.

Ia memproyeksikan rasio CASA CIMB Niaga tetap terjaga di atas 70% hingga akhir tahun 2026. Porsi CASA yang tinggi ini dibutuhkan untuk meredam potensi kenaikan biaya dana (COF) akibat suku bunga yang tinggi.

"Dalam 6 bulan terakhir, COF kami terlihat menurun. Namun, dengan kenaikan BI Rate, kami perkirakan akan sulit untuk terus menurunkan COF. Kemungkinan bisa ada kenaikan kembali," kata Lani saat dihubungi akhir pekan lalu.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Saham Bank Big Banks Jadi Biang Kerok Hari Ini (4/6)

Lani menyebut sumber pertumbuhan CASA CIMB Niaga paling besar datang dari giro non-retail yang berasal dari rekening operasional dan pengelolaan kas korporasi.

Sedangkan, untuk produk tabungan, Lani menyebut pertumbuhan tinggi datang dari layanan payroll dan wealth management.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News