KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) menyambut kebijakan perluasan transaksi QRIS dengan tarif Merchant Discount Rate (MDR) 0% yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2026. Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengakui, kebijakan MDR QRIS 0% turut berdampak terhadap porsi fee yang diperoleh bank. Namun, CIMB Niaga tetap mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) tersebut karena dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi dan penggunaan pembayaran digital. “Sebenarnya menurut kami terkait itu, kami agak shock sedikit, karena porsi kami berkurang sebenarnya. Tapi menurut kami, ini adalah gerakan yang cukup tepat karena kami mendukung supaya siklus ekonomi, roda harus berjalan,” ujar Lusiana di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: AFPI Bentuk Satker Khusus untuk Tangani Portofolio Bermasalah, Ini Kata GandengTangan Menurut Lusiana, transaksi dengan nilai relatif kecil seperti pembelian kopi menjadi salah satu aktivitas yang berpotensi semakin terdorong dengan penerapan MDR 0%. Ia mengatakan, kebijakan tersebut dapat membantu menggalakkan transaksi
cashless, terutama di kalangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Kalau kita lihat transaksi seperti ini, harga-harga kopi kan Rp 40.000-Rp 50.000. Makanya untuk menggalakkan transaksi
cashless, kita harus lebih menggalakkan secara transaksi
cashless,” jelasnya. Ia mengatakan, tren penggunaan transaksi nontunai sebelumnya memang telah menunjukkan peningkatan. Dengan perluasan MDR 0%, BI dinilai ingin mendorong penggunaan transaksi digital sekaligus memperluas partisipasi UMKM dalam ekosistem pembayaran digital. Lusiana menegaskan, CIMB Niaga mendukung kebijakan tersebut, meski perseroan tetap akan menyampaikan masukan kepada BI setelah implementasi berjalan di lapangan.
Baca Juga: Multifinance Perkuat Strategi Hadapi Persaingan Bank di Pembiayaan Kendaraan Listrik “Kami mendukung,
obviously, kami pasti akan mendukung, tapi kami juga akan memberikan mungkin komen-komen kami ke BI nanti pada saat sudah jalan di lapangan terkait dengan mungkin ada isu-isu lain yang nanti harus dipenuhi oleh BI,” katanya. Di tengah kebijakan MDR 0%, CIMB Niaga menilai QRIS tetap memiliki nilai strategis dalam mendorong transaksi nasabah. Pasalnya, QRIS menjadi salah satu kanal transaksi digital dengan penggunaan tertinggi. Pada semester I 2026, transaksi QRIS melalui aplikasi OCTO tercatat melonjak sekitar 65% secara tahunan. Lusiana mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya preferensi nasabah terhadap layanan perbankan digital yang praktis, mudah, dan terintegrasi. “Pencapaian ini mencerminkan semakin tingginya preferensi nasabah terhadap layanan perbankan digital yang praktis, mudah, dan terintegrasi,” ujar Lusiana. Setelah QRIS, transaksi transfer melalui BI-FAST menjadi kanal transaksi digital yang banyak digunakan nasabah CIMB Niaga. “Kalau untuk transaksi kita paling tinggi sekarang di QRIS. Kedua, ditransfer yang menggunakan BI FAST,” jelasnya.
Baca Juga: Gandeng InJourney, BNI Integrasikan Layanan Airport Assistance ke Aplikasi wondr BNI Menurut Lusiana, CIMB Niaga juga terus mendukung pengembangan BI-FAST karena memberikan efisiensi biaya transaksi sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital. Meski MDR 0% berpotensi menekan pendapatan berbasis fee, CIMB Niaga tidak terlalu mengkhawatirkan dampaknya terhadap bisnis QRIS. Lusiana mengatakan, QRIS justru memiliki fungsi strategis sebagai salah satu fitur untuk meningkatkan loyalitas nasabah dan mendorong frekuensi transaksi melalui OCTO.
“Kita nggak
worry di situ. Karena QRIS itu sebenarnya salah satu fitur utama yang kita pakai untuk menggaet loyalitas nasabah untuk melakukan transaksi,” ujarnya. Menurut dia, penggunaan QRIS juga dinilai lebih efisien dibandingkan transaksi menggunakan kartu maupun uang tunai. Dari sisi operasional, transaksi QRIS lebih cepat dan mudah karena nasabah dapat melakukan pembayaran langsung melalui OCTO tanpa membutuhkan kartu fisik. “Buat kami,
it doesn't matter secara
fee. Ya sudah, tapi lebih karena nasabah lebih nyaman,” kata Lusiana. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News