CIMB Niaga Sudah Lakukan Stress Test, Optimistis Hadapi Gejolak Ekonomi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan masih dihadapkan dengan ketidakpastian ekonomi yang terjadi baik di global maupun domestik. PT Bank CIMB Niaga Tbk sudah mengambil langkah antisipasi dengan melakukan stress test.

Stress test adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui tingkat ketahanan bank jika dihadapkan pada skenario kondisi ekonomi terburuk. Tes ini dapat membantu bank memitigasi kerugian dan mencari peluang pertumbuhan kredit.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, bank yang dipimpinnya telah menjalani stress test dengan berbagai kasus skenario.


Baca Juga: CIMB Niaga Telah Terbitkan 3 Juta Lebih Kartu Kredit pada Kuartal I-2026

"Stress test kami lakukan dengan berbagai skenario untuk mengantisipasi dinamika ekonomi global dan juga sikon domestik," ucapnya saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Dari hasil stress test, Lani optimistis CIMB Niaga dapat bertahan dengan berbagai risiko ekonomi ke depannya. Ia pun memastikan banknya telah melakukan upaya-upaya mitigasi dari kemungkinan terburuk.

Selain itu, Lani juga menyebut banknya telah mendapat panduan dari pihak regulator terkait dengan kondisi perekonomian domestik. Ia menyebut bank diminta untuk lebih berhati-hati menyalurkan kredit.

Lani memproyeksi pertumbuhan kredit tahun ini tidak akan meningkat tinggi. Ia bilang, banknya diharapkan untuk lebih memastikan keberlanjutan dari kinerja banknya.

"Kami melihat secara realistis bahwa pertumbuhan kredit akan landai tahun ini secara umum dan bank juga diharapkan lebih prudent," kata Lani.

Baca Juga: CIMB Niaga Sukses Gelar Festival Kejar Mimpi 2025

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai, ada dua kelompok sektor kredit yang harus diwaspadai pihak bank, yaitu sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi luar negeri dan sektor yang terkena imbas efisiensi pemerintah.

Myrdal menyebut sektor yang bergantung terhadap kondisi luar negeri di antaranya sektor produksi yang memerlukan bahan baku plastik atau sektor yang terkait dengan barang-barang impor.

Sedangkan, sektor yang terdampak efisiensi pemerintah adalah sektor perhotelan, akomodasi, serta transportasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News