CIMB Niaga Targetkan Pertumbuhan Nasabah Muda Capai 40% pada 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat pertumbuhan transaksi digital melalui aplikasi OCTO sepanjang semester I 2026. Salah satunya terlihat dari transaksi QRIS di OCTO yang tumbuh 65% secara tahunan (yoy).

Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengatakan, pertumbuhan transaksi digital CIMB Niaga masih menunjukkan tren positif di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

“Secara transaksi perbankan, transaksi digital itu kita masih tetap growing,” ujar Lusiana di Jakarta, Jumat (2/10).


Baca Juga: Simpanan di Bawah Rp 100 Juta Melambat, Kelas Menengah Bawah Masih Tertekan

Menurut dia, pertumbuhan tersebut didorong semakin luasnya penggunaan transaksi nontunai serta bertambahnya kerja sama CIMB Niaga dengan berbagai partner dan platform.

Lusiana mengatakan, CIMB Niaga juga terus memperluas penggunaan OCTO sebagai sumber dana pembayaran dengan menggandeng sejumlah platform e-commerce dan aplikasi.

Salah satunya melalui kerja sama dengan platform seperti Famigo, yakni aplikasi resmi dari FamilyMart Indonesia. CIMB Niaga juga tengah memproses kerja sama dengan sejumlah partner besar agar pembayaran menggunakan OCTO dapat semakin luas, termasuk melalui MTix.

“Karena memang fokusnya OCTO memang mau kita fokuskan untuk pembayaran, sumber dana pembayaran,” katanya.

Selain transaksi, CIMB Niaga mencatat pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh 89% yoy pada semester I 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin tingginya preferensi nasabah terhadap layanan perbankan digital yang praktis dan terintegrasi.

Lusiana mengatakan, pertumbuhan nasabah baru, termasuk segmen nasabah muda, menjadi salah satu fokus perseroan. CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan di segmen tersebut setidaknya sekitar 30%-40%. “Minimum 40% aku grow,” ujar Lusiana.

Menurut dia, OCTO juga semakin dimanfaatkan untuk menjangkau mahasiswa dan nasabah muda karena menawarkan kemudahan dalam melakukan transaksi.

Di sisi lain, CIMB Niaga melihat transaksi QRIS menjadi salah satu transaksi digital yang mencatat pertumbuhan tinggi. Penggunaan QRIS dilakukan melalui berbagai sumber dana, termasuk OCTO, tabungan, dan kartu kredit.

Lusiana mengatakan, perluasan kerja sama dengan berbagai partner menjadi bagian dari strategi perseroan untuk terus meningkatkan transaksi digital.

“Sekarang kita banyak menggunakan cashless transaction, kita banyak bikin program-program seperti ini, banyak bekerja sama juga dengan teman-teman, dengan market yang lain, sehingga transaksi digitalnya itu makin banyak,” tuturnya.

Lusiana menilai, peningkatan transaksi digital tersebut memperkuat preferensi nasabah terhadap layanan perbankan yang praktis, mudah, dan terintegrasi. Perseroan pun terus mengembangkan inovasi digital dengan menyesuaikan kebutuhan dan perilaku nasabah.

Baca Juga: LPS Catat Simpanan BPR dan BPRS Tumbuh 4,18% Jadi Rp 181,78 Triliun per Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News