KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
CIMB Group Holdings Berhad bakal memperluas bisnis pada segmen affluent dan wealth di kawasan ASEAN. Langkah ini sejalan dengan strategi Forward30 yang menargetkan penguatan dana murah serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Chief Executive Officer Group Consumer Banking CIMB, Haniz Nazlan menyebut, segmen affluent di ASEAN bakal terus tumbuh pesat. Populasi kelas ini diperkirakan meningkat 5%–6% per tahun hingga mencapai 65%–70% dari total populasi pada 2030. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi perbankan untuk memperluas layanan wealth management dan memperdalam relasi dengan nasabah bernilai tinggi.
Haniz mengatakan, pertumbuhan kelas affluent didorong oleh kenaikan pendapatan, kewirausahaan, serta transfer kekayaan lintas generasi. “Kebutuhan finansial mereka semakin kompleks, sehingga membutuhkan layanan terintegrasi mulai dari simpanan, pembiayaan, hingga konsultasi investasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026). CIMB menargetkan peningkatan wealth asset under management (AUM) serta kontribusi pendapatan non-bunga (non-interest income/NOII) di kisaran 33%–34% pada 2030.
Baca Juga: CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Bidik Nasabah Kaya Untuk mendukung strategi tersebut, CIMB mengembangkan proposisi wealth berbasis konsultasi dan insight. Layanan ini mencakup review portofolio yang lebih mendalam, analisis pasar dari Chief Investment Office (CIO), hingga dukungan relationship manager yang lebih personal. CIMB juga memperkuat kapabilitas digital melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), yang memungkinkan nasabah memantau portofolio secara real-time serta memperoleh rekomendasi investasi. Di sisi regional, CIMB memanfaatkan kehadirannya di Singapura sebagai hub wealth untuk melayani kebutuhan investasi lintas negara, termasuk perencanaan kesehatan, pendidikan, dan pensiun. Selain itu, unit di Singapura juga berperan sebagai basis treasury bagi perusahaan multinasional yang melakukan ekspansi di kawasan ASEAN. Sejalan dengan itu, CIMB mulai memperkuat platform wealth regional. Pada Januari 2026, CIMB meluncurkan layanan private wealth di Indonesia, yang akan disusul di Malaysia pada pertengahan tahun ini.
Baca Juga: Kredit Masih Tumbuh, CIMB Niaga Kurangi Portofolio Obligasi Saat Permintaan Lemah Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan menilai, Indonesia menjadi salah satu pasar wealth paling potensial di kawasan. Hal ini didorong oleh pertumbuhan kelas menengah-atas serta meningkatnya kebutuhan akan konsultasi keuangan profesional. “Strategi kami bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga fokus pada profitabilitas dan kualitas nasabah. Peluncuran CIMB Private Wealth menjadi bagian dari komitmen untuk mendampingi nasabah dalam mengelola kekayaan jangka panjang,” ujar Lani. Adapun layanan CIMB Private Wealth menyasar nasabah high net-worth dengan total dana kelolaan mulai Rp 5 miliar. Produk yang ditawarkan mencakup investasi, proteksi, hingga perencanaan warisan.
Dari sisi pendanaan, strategi wealth ini juga diharapkan memperkuat basis simpanan CIMB. Per Desember 2025, total dana pihak ketiga CIMB tercatat tumbuh 5,4% secara tahunan menjadi RM 524,4 miliar. Sementara dana murah (CASA) naik 1,6% yoy menjadi RM 224,1 miliar, dengan rasio CASA mencapai 42,7%. Ke depan, CIMB optimistis ekspansi di segmen affluent dapat mendorong pertumbuhan simpanan yang lebih stabil sekaligus meningkatkan cross-selling produk bernilai tinggi. Bank ini menilai lanskap wealth di ASEAN masih terbuka lebar, terutama bagi pemain dengan jaringan regional dan kapabilitas advisory yang kuat.
Baca Juga: CIMB Niaga Pangkas Biaya Overhead, Fokus Perkuat Layanan Digital Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News