KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) akan membagikan dividen interim senilai Rp 793,46 miliar untuk tahun buku 2026. Keputusan ini diambil oleh jajaran direksi perseroan dan telah mendapat persetujuan dari dewan komisaris pada 26 Agustus 2026. Direktur CMRY, Martua Sihaloho, menjelaskan bahwa setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 100 per lembar saham.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham BMRI, DEWA, dan TLKM untuk Jumat (28/8) "Jumlah dividen interim yang dibagikan Rp 793.463.300. Dividen per saham mencapai Rp 100 per saham," tulis Martua di keterbukaan informasi, Rabu (26/8/2026). Jika tidak ada aral melintang, CMRY akan membagikan dividen tunai pada 18 September 2026 mendatang. Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan dividen interim CMRY cukup menarik karena nominal Rp100 per saham memberi yield sekitar 2,1%–2,2% dengan acuan harga saham di kisaran Rp4.600–Rp4.700. "Nilainya memang bukan yang tertinggi secara annual yield, tetapi menunjukkan konsistensi kebijakan pembagian laba dan posisi likuiditas yang tetap solid. Ini dapat menjaga minat investor berorientasi
dividend income menjelang
cum date," kata Secara nominal, dividen interim CMRY sama dengan periode tahun buku 2025, yakni Rp100 per saham. Bedanya, laba semester I-2026 tumbuh sekitar 18%, sehingga payout ratio kali ini menjadi lebih rendah sekitar 68% dibanding hampir 80% pada tahun sebelumnya. Artinya, pembagian tetap atraktif sambil memberi ruang laba ditahan untuk ekspansi dan modal kerja. Dibanding emiten dairy atau FMCG lain, ULTJ membagikan Rp130 per saham untuk tahun buku 2025 dengan yield tahunan di atas 8%, sedangkan ICBP membagikan Rp265 per saham dengan yield sekitar 3%–4%. Namun basis periodenya berbeda, sehingga CMRY lebih tepat dilihat sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen interim, bukan semata dibandingkan dari nominal per saham. Senada dengan itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyebut langkah pembagian dividen interim ini sebagai sinyal positif yang didukung pertumbuhan bisnis dairy secara tahunan dan performa dua digit selama empat kuartal berturut-turut. Ia menambahkan kenaikan dividen dibanding tahun sebelumnya sejalan dengan logika bisnis, mengingat segmen dairy tumbuh hingga 54% secara tahunan, sementara kinerja semester I secara keseluruhan juga tergolong kuat sehingga peningkatan dividen dinilai wajar sebagai cerminan kekuatan laba perseroan.
Baca Juga: Bisnis Properti Tertekan, Simak Prospek Saham Ciputra (CTRA) hingga Akhir 2026 Prospek Kinerja CMRY Elandry juga berpandangan prospek CMRY hingga akhir tahun masih cukup positif, ditopang pertumbuhan volume pada segmen dairy dan consumer foods, jaringan distribusi yang luas, serta peluang peningkatan permintaan produk bernilai tambah. Kinerja semester I yang tumbuh dua digit juga menjadi fondasi yang baik. Tapi, tantangannya adalah kenaikan harga bahan baku dan kemasan, termasuk dampak kurs, yang sudah menekan gross margin. Dus, kemampuan perseroan melakukan price adjustment tanpa mengganggu volume akan menjadi kunci. Secara umum, CMRY masih layak dicermati dengan pandangan
accumulate on weakness, terutama bagi investor yang mencari kombinasi pertumbuhan defensif dan
dividend visibility. Sementara itu, Wafi memandang prospek CMRY pada semester II-2026 masih tetap positif. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu penopang segmen susu masih berjalan sesuai ekspektasi, sementara keunggulan CMRY dalam rantai dingin (cold-chain) tetap menjadi keunggulan struktural. "Peluang ke depan ialah keberlanjutan program MBG, ekspansi ke pasar ekspor, serta kemungkinan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dapat menekan beban biaya impor bahan baku," ujar Wafi.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi perseroan juga tak bisa diabaikan. Tekanan margin dari sisi biaya, khususnya harga susu bubuk, daging sapi, dan kemasan, telah terkonfirmasi berdampak pada kinerja di semester I-2026. Selain itu, keberlanjutan program MBG turut bergantung pada kontinuitas kebijakan pemerintah, sehingga menjadi faktor yang perlu terus dicermati. Maka dari itu, keputusan manajemen membagikan dividen interim di tengah tekanan margin tersebut justru menjadi sinyal tambahan yang memperkuat keyakinan pasar. Langkah ini dinilai mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kemampuan perseroan dalam menghasilkan arus kas, meskipun sejumlah tantangan dari sisi biaya masih membayangi.
Baca Juga: Penawaran Sudah Berjalan Sepekan, SR025 Tenor 3 Tahun Lebih Diminati Investor Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News