KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) genjot ekspansi dengan menyetor tambahan modal kepada anak usahanya, PT Macrosentra Niagaboga (MS). Perusahaan ini mengaku menyiapkan tambahan modal sebesar Rp125 miliar untuk mendukung ekspansi pusat distribusi dan kebutuhan modal kerja. Sekretaris Perusahaan Cisarua Mountain Dairy Dinar Primasari mengatakan, penyetoran modal tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan usaha Macrosentra Niagaboga. Sebagian besar ekspansi pusat distribusi akan diarahkan ke wilayah Jawa Barat. "Untuk penyetoran modal ini juga digunakan untuk rencana ekspansi pusat distribusi yang sebagian besar di wilayah Jawa Barat," kata Dinar kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Ketergantungan Impor LNG Mengintai, Pasokan Gas Domestik Perlu Diperkuat Berdasarkan keterbukaan informasi emiten yang biasa disebut Cimory ini menjelaskan tambahan modal tersebut akan diberikan secara bertahap untuk mendukung rencana ekspansi pusat distribusi serta kebutuhan modal kerja MS. Macrosentra Niagaboga merupakan entitas anak yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh CMRY. Tambahan modal Rp125 miliar tersebut juga telah tercantum dalam prospektus perseroan sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha dan kebutuhan modal kerja MS. Manajemen CMRY menyebut transaksi penambahan penyertaan modal tersebut merupakan transaksi afiliasi antara perseroan dan anak usahanya. Transaksi tersebut dikecualikan dari ketentuan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b POJK No. 42/POJK.04/2020 karena MS merupakan perusahaan terkendali dengan kepemilikan saham CMRY sedikitnya 99%. Dari sisi kinerja, CMRY masih optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan manajemen hingga akhir 2026. Perseroan mempertahankan guidance pertumbuhan pendapatan atau top line di kisaran 15%-20%. "Saat ini, masih on track dengan guidance yang sudah ditetapkan management sebelumnya. Untuk top line, manajemen menargetkan tumbuh dalam kisaran 15%-20%," ujar Dinar. Untuk mencapai target tersebut, CMRY akan melanjutkan sejumlah strategi, mulai dari ekspansi distribusi, inovasi produk, kegiatan pemasaran yang efektif, hingga memperluas pasar ekspor. Strategi ekspansi distribusi menjadi salah satu penopang pertumbuhan perseroan seiring pengembangan jaringan pusat distribusi melalui Macrosentra Niagaboga.
Baca Juga: Antam Waspadai Dampak Aturan Pelaporan Emas, Transaksi Bisa Bergeser Sementara itu, pada semester I-2026, CMRY membukukan pendapatan Rp6,50 triliun, tumbuh 25,49% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Laba bersih perseroan juga meningkat 17,88% YoY menjadi Rp1,2 triliun dari sebelumnya Rp993,87 miliar.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja dua segmen bisnis CMRY. Segmen Dairy mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 54%, sedangkan segmen Consumer Foods tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain ekspansi distribusi dan inovasi produk, CMRY juga terus memperluas pasar ekspor. Perseroan telah memperluas ekspor produk Dairy ke sejumlah negara, termasuk Filipina, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Brunei, Timor Leste, dan Maladewa. Sepanjang 2026, CMRY juga telah meluncurkan sejumlah produk baru, antara lain Kanzler Singles Sosis Tom Yum, Kanzler Singles Sosis Keju Lumer, Kanzler Nyaos Gochujang, Eatmilk Matcha, dan Squeeze Bites Kurma. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News