Cinema XXI (CNMA) Optimistis Bisnis Bioskop Makin Solid, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI melihat prospek bisnis bioskop di Indonesia masih akan solid ke depan.

Corporate Secretary Cinema XXI, Indah Tri Wahyuni, mengatakan prospek industri bioskop semakin solid. Hal ini didukung oleh pipeline film nasional dan internasional yang semakin beragam serta peningkatan customer experience.

"Di tengah perubahan pola konsumsi, masyarakat semakin selektif dalam memilih hiburan dan mencari pengalaman yang berkualitas, menarik, namun tetap terjangkau. Dengan menawarkan pengalaman menonton yang imersif, berkualitas, dan terjangkau, bioskop tetap menjadi salah satu pilihan hiburan masyarakat," ungkap Indah, kepada Kontan.co.id, Jumat (28/8).


Baca Juga: Hatten Bali (WINE) Fokus Garap Pasar Turis Asing pada Semester II-2026

Untuk menjaga pertumbuhan jumlah penonton dan pendapatan, CNMA memperkuat kurasi film serta melakukan diversifikasi pemrograman.

Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga relevansi konten dan minat penonton di berbagai periode. Selain itu, CNMA juga menerapkan strategi harga yang fleksibel dengan mempertimbangkan karakteristik daya beli dan permintaan di masing-masing wilayah. Dengan pendekatan tersebut, harga tiket diharapkan tetap relevan dengan kebutuhan penonton di setiap daerah.

Dari sisi pengalaman pelanggan, Cinema XXI juga terus melakukan inovasi melalui pengembangan fasilitas, layanan, dan teknologi. Perseroan turut memperkaya variasi menu makanan dan minuman untuk memberikan pengalaman menonton yang semakin berkualitas.

"Kami menerapkan strategi harga yang fleksibel dengan mempertimbangkan karakteristik daya beli dan permintaan di masing-masing wilayah, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan penonton," lanjutnya.

Di tengah prospek industri yang masih terbuka, CNMA juga masih melihat peluang pengembangan jaringan bioskop di Indonesia. Perusahaan menilai ruang pertumbuhan masih besar mengingat Indonesia memiliki lebih dari 500 kota/kabupaten.

Sepanjang semester I 2026, perusahaan telah menambah dua lokasi bioskop baru, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI dengan total tujuh layar tambahan.

Baca Juga: Aksesmu Punya 150.000 Member Aktif dan Bina 250.000 Warung

Hingga akhir Juni 2026, jaringan Cinema XXI telah mencapai 269 bioskop dengan 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.

Meski demikian, ekspansi jaringan tetap dilakukan secara selektif dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Ke depan, ekspansi akan dilakukan secara selektif dan terukur, dengan prioritas pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan serta masih memiliki keterbatasan akses terhadap bioskop," tambahnya. 

Di sisi lain, dinamika industri bioskop ke depan diperkirakan semakin ramai dengan masuknya sejumlah pemain baru. Salah satunya adalah rencana kehadiran Sinewara pada 2027 sebagai jaringan bioskop negara.

Meski demikian, perusahaan menyambut positif bertambahnya pelaku usaha dan layar bioskop di Indonesia. Menurutnya, kehadiran pemain baru bukan semata-mata sebagai persaingan, melainkan dapat menjadi katalis untuk memperluas akses masyarakat terhadap bioskop.

"Kami melihatnya bukan sebagai persaingan, melainkan sebagai tambahan anggota dalam industri yang bersama-sama berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap bioskop," kata Indah.

CNMA tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun pada semester I-2026. Dari capaian tersebut, perusahaan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 708,2 miliar dan laba bersih Rp 201 miliar.

Baca Juga: CBN Jadi Mitra ISP Pertama Wasabi Technologies di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News