Cipta Perdana (PART) Berencana Rights Issue Maksimal 8 Miliar Saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 8 miliar saham baru.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Senin (2/11/2026), setiap saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp 25. Dengan demikian, jumlah saham yang akan diterbitkan dalam aksi korporasi ini setara dengan nilai nominal maksimal Rp 200 miliar.

Namun, jumlah final saham yang diterbitkan, rasio hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), serta harga pelaksanaan rights issue belum ditetapkan. Perusahaan akan menentukan ketentuan tersebut dengan mempertimbangkan proses pernyataan pendaftaran dan peraturan yang berlaku.


Baca Juga: Champion Pacific (IGAR) Siapkan Dana Rp 163,44 Miliar untuk Go Private

Rencana rights issue ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 Desember 2026. Pelaksanaannya juga menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PART menyatakan seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk pembelian bahan baku, pembayaran pemasok, biaya tenaga kerja, biaya produksi, distribusi, serta kebutuhan operasional lainnya.

Perusahaan memperkirakan tambahan modal kerja tersebut dapat memperkuat struktur permodalan dan likuiditas, sekaligus meningkatkan kemampuan pendanaan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha.

Di sisi lain, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan saham. Meski demikian, perusahaan berharap tambahan dana tersebut dapat mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Agustus 2026, modal ditempatkan dan disetor penuh PART tercatat sebanyak 2,85 miliar saham. Sementara itu, jumlah saham dalam portepel mencapai sekitar 5,31 miliar saham.

Adapun jadwal pelaksanaan rights issue masih bergantung pada persetujuan pemegang saham dan proses pernyataan pendaftaran di OJK. Perusahaan menyebut pelaksanaan aksi korporasi akan dilakukan paling lambat 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan.

Baca Juga: Perusahaan Raffi Ahmad dan Nagita (VISI) Dapat Pinjaman Rp 45 Miliar dari Bank Ina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News