Ciptadana Sekuritas Asia Revisi Turun Proyeksi Kinerja Aneka Tambang (ANTM) di 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan akan melemah sepanjang tahun ini. Alhasil, Ciptadana Sekuritas Asia merevisi turun proyeksi kinerja ANTM di 2023.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo mengatakan, pihaknya masih melihat potensi pelemahan lebih lanjut pada segmen pasar nikel kelas 2 dalam jangka menengah. Oleh karena itu ia merevisi turun rata-rata harga jual (ASP) FeNi 2023 sebesar 9,4% menjadi US$ 14.375 per ton.

Lesunya pada pasar nikel juga tergambar dari kinerja ANTM di kuartal III. Pendapatan Aneka Tambang turun 1,9% menjadi Rp 9,2 triliun akibat melemahnya ASP FeNi dan penurunan volume penjualan emas sebesar 5,3%.


Dari operasional, volume produksi dan penjualan bijih nikel ANTM solid, tumbuh 71,7% dan 98,1% secara tahunan (YoY) menjadi 10,7 juta ton dan 9,4 juta ton. Segmen Feronikel berkinerja buruk dengan volume produksi turun 12,7% YoY dan volume penjualan turun 18,2% YoY menjadi 15.787 Tni dan 14.132 Tni.

Lalu segmen emas juga mencatat pertumbuhan negatif pada produksi dan volume penjualan sebesar 6,1% YoY dan 25,0% YoY menjadi 29,2 ribu ons troi dan 626 ribu ons troi.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham Aneka Tambang (ANTM) Usai Laba Bersih Naik 8%

Alhasil, secara kumulatif pendapatan ANTM selama sembilan bulan turun 8,26% menjadi Rp 30,8 triliun. Kuartal III 2022, pendapatan Aneka Tambang tercatat sebesar Rp 33,68 triliun.

Sementara untuk laba bersih, ANTM berhasil membukukan pertumbuhan 8% menjadi Rp 2,85 triliun dari kuartal III 2022 sebesar Rp 2,63 triliun.

"Pendapatan lain-lain sebesar Rp 203 miliar memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas secara keseluruhan," tulisnya dalam riset Selasa (31/10).

Berdasarkan operasional, Thomas merevisi kinerja ANTM. Di mana, pendapatan Antam di revisi turun menjadi Rp 39,24 triliun dari Rp 44,76 triliun dan laba bersih diturunkan menjadi Rp 3,72 triliun dari Rp 3,81 triliun.

Meski tertekan di tahun ini, Thomas melihat prospek yang cukup baik untuk ANTM. Smelter nikel Halmahera Timur, yang dirancang untuk kapasitas produksi tahunan sebesar 13,5 kt Tni telah mencapai 99,9% penyelesaiannya.

 
ANTM Chart by TradingView

Dengan hampir selesainya pembangunan smelter, Antam juga telah berhasil menyelesaikan masalah pasokan listrik dan telah menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memasok listrik ke smelter.

"Perseroan berharap smelter dapat beroperasi pada kuartal IV-2023 dan kami berharap smelter ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap produksi pada awal kuartal I-2024," paparnya.

Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating beli ANTM dengan target harga Rp 2.100. Adapun target harga juga diturunkan dari Rp 2.400, mengingat kinerja sampai dengan kuartal III 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari