KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) masih akan memprioritaskan penempatan investasi pada instrumen obligasi sepanjang 2026. Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan, strategi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan sekaligus memastikan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis.
Baca Juga: Asuransi Jiwa Joint Venture Dominasi Aset Terbesar, Ini Kata OJK dan AAJI “Instrumen obligasi, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun obligasi korporasi dengan peringkat yang baik, masih menjadi pilihan utama sesuai strategi investasi kami,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (12/4/2026). Menurutnya, dinamika pasar saat ini menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan investasi. Karena itu, setiap keputusan investasi dipastikan telah mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan risiko yang berkembang. Listianawati menambahkan, ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi pada tahun ini. Tensi geopolitik yang meningkat dinilai berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan. “Hal ini menuntut kewaspadaan tinggi dalam pengelolaan risiko investasi, terutama untuk menjaga stabilitas nilai aset di tengah fluktuasi pasar,” jelasnya.
Baca Juga: OJK Dorong Penguatan Tata Kelola Unitlink, Ini Fokus Utamanya Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, total investasi Ciputra Life tercatat sebesar Rp 1,05 triliun per Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, penempatan pada SBN masih mendominasi dengan nilai Rp 594,69 miliar atau sekitar 55,98% dari total portofolio. Sementara itu, investasi pada instrumen saham tercatat sebesar Rp 124,48 miliar atau setara 11,38% dari total investasi. Dengan strategi yang konservatif, Ciputra Life berupaya menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News