Ciputra Life Targetkan Hasil Investasi Tumbuh Dobel Digit pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menargetkan hasil investasi bisa bertumbuh dobel digit pada 2026. President Director Ciputra Life Hengky Djojosantoso optimistis perusahaan bisa mencapai target itu pada akhir 2026.

"Kami menargetkan pertumbuhan hasil investasi dobel digit atau di atas 10% pada 2026," ucapnya kepada Kontan, Jumat (12/6).

Per April 2026, hasil investasi Ciputra Life sudah tumbuh dobel digit. Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi, hasil investasi Ciputra Life mencapai Rp 22,37 miliar per April 2026. Nilainya meningkat 37,58%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.


Baca Juga: Pelaku Usaha Cenderung Tahan Ekspansi, Kebutuhan Pembiayaan Modal Kerja Masih Tinggi

Untuk mencapai target hasil investasi tahun ini, Hengky menyampaikan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang sebagai investor institusi jangka panjang, fokus Ciputra Life bukan pada fluktuasi harga jangka pendek, melainkan pada kemampuan membangun portofolio yang mampu menghasilkan imbal hasil optimal dengan risiko yang terkelola. 

"Oleh karena itu, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kualitas aset, diversifikasi, serta asset liability matching dalam setiap keputusan investasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hengky menyampaikan perubahan suku bunga merupakan bagian dari siklus pasar yang selalu diantisipasi Ciputra Life dalam pengelolaan investasi. Saat ini, instrumen pendapatan tetap masih menjadi pilar utama portofolio investasi Ciputra Life. 

Dalam kondisi yield yang berpotensi meningkat tahun ini, dia bilang pihaknya melihat adanya peluang untuk secara bertahap meningkatkan kualitas imbal hasil portofolio melalui penempatan dana baru pada obligasi dengan yield yang lebih menarik, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi dengan kualitas kredit rating yang baik.

Selain itu, Ciputra Life juga akan mengelola durasi portofolio secara aktif agar risiko akibat fluktuasi suku bunga acuan tetap terkendali. Hengky mengatakan pihaknya akan memanfaatkan momentum ketika terjadi koreksi harga obligasi untuk melakukan akumulasi secara selektif pada instrumen yang memiliki fundamental kuat dan memberikan risk-adjusted return yang optimal.

Untuk portofolio saham, Hengky menerangkan Ciputra Life tetap mengedepankan pendekatan yang selektif. Dia bilang kenaikan yield biasanya meningkatkan tingkat diskonto yang digunakan investor dalam menilai valuasi saham, sehingga tekanan terhadap pasar saham berpotensi meningkat, terutama pada saham-saham yang memiliki valuasi tinggi.

"Oleh karena itu, kami lebih mengutamakan perusahaan dengan fundamental yang kuat, arus kas yang sehat, tata kelola yang baik, dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang jelas," tuturnya.

Secara keseluruhan, Hengky mengatakan prioritas Ciputra Life tetap menjaga keseimbangan antara imbal hasil, risiko, likuiditas, dan kesesuaian antara aset dan liabilitas (asset-liability matching). Dengan demikian, portofolio investasi mampu memberikan hasil yang optimal tanpa mengorbankan stabilitas keuangan perusahaan.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Ciputra Life mencatatkan total investasi sebesar Rp 1,10 triliun per April 2026. Didominasi penempatan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 615,47 miliar. 

Baca Juga: Saham Bank Anjlok 15%–36%, Ini Saham Direkomendasikan Buy Efek Sudah Terlalu Murah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News