KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Life (Ciputra Life) tetap memantau peluang investasi pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (RSBI) meski tingkat imbal hasil (
yield) instrumen ini cenderung melandai. Perusahaan menilai keputusan penempatan investasi tidak hanya ditentukan oleh tingkat
yield, tetapi juga mempertimbangkan risiko dan kebutuhan pengelolaan aset-liabilitas. Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso mengatakan SRBI masih menjadi salah satu instrumen yang dipantau perusahaan dalam mengelola portofolio investasi.
"SRBI tetap menjadi salah satu instrumen yang kami monitor sebagai bagian dari pengelolaan portofolio investasi Ciputra Life. Namun, perubahan yield tidak serta-merta mengubah minat kami terhadap instrumen tersebut," ujar Hengky.
Baca Juga: Ciputra Life Sebut Program Penjaminan Polis Bisa Berdampak Positif pada Perasuransian Katanya dalam menentukan alokasi investasi.
Selain tingkat imbal hasil, perusahaan melihat risk-adjusted return, kebutuhan likuiditas, risiko pasar, serta kesesuaian karakteristik aset dengan liabilitas perusahaan. Saat ini, alokasi investasi Ciputra Life lebih terfokus pada instrumen yang memberikan kombinasi
risk-adjusted return yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan aset-liabilitas, termasuk obligasi pemerintah. Di sisi lain, perubahan yield SRBI juga tidak secara langsung menjadi alasan bagi perusahaan untuk mengurangi maupun menambah alokasi pada instrumen tersebut. Penyesuaian alokasi merupakan bagian dari proses
rebalancing portofolio yang dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi pasar dan kebutuhan pengelolaan aset-liabilitas. "Prinsip kami adalah mengoptimalkan portofolio secara keseluruhan, bukan mengejar yield dari satu instrumen tertentu," katanya. Untuk ke depannya, Ciputra Life masih melihat SRBI sebagai salah satu alternatif dalam portofolio investasi. Perusahaan akan mempertimbangkan perkembangan yield, kondisi likuiditas pasar, serta arah kebijakan moneter Bank Indonesia sebelum melakukan penempatan.
Baca Juga: Instrumen SBN Mendominasi Portofolio Investasi Ciputra Life pada Semester I-2026 Selain itu, Ciputra Life akan memantau pergerakan yield SRBI, arah suku bunga, kondisi likuiditas, serta perbandingan imbal hasil bersih setelah memperhitungkan pajak dan risiko dengan instrumen investasi lainnya.
Hengky menambahkan, sebagai perusahaan asuransi jiwa, keputusan investasi juga harus mempertimbangkan kesesuaian karakteristik aset, termasuk tenor dan arus kas dengan kebutuhan liabilitas perusahaan. Namun, pihaknya tetap
terbuka pada peluang di SRBI jika kondisi pasar memberikan risk-adjusted return yang kompetitif dan sesuai dengan strategi asset-liability management Ciputra Life. Selain itu, SRBI tetap menjadi salah satu instrumen tetap dimonitor perkembangannya sebagai bagian dari diversifikasi portofolio perusahaan. Baca Juga: Ciputra Life Ungkap Peluang Kenaikan Hasil Investasi Masih Terbuka hingga Akhir Tahun Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News