Ciputra Life Waspadai Volatilitas IHSG, Fokus pada Keseimbangan Portofolio Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbilang tinggi belakangan ini. Terkait hal itu, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyadari memang volatilitas pasar modal masih tinggi dan menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Meskipun demikian, Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan pihaknya tak serta-merta berfokus pada penempatan di saham saja. Listianawati menyebut Ciputra Life mengedepankan prinsip keseimbangan dalam menempatkan investasi antara stabilitas dan imbal hasil jangka panjang.

"Penempatan portofolio dilakukan secara terdiversifikasi, serta pengelolaan aset dan liabilitas yang disiplin," ucapnya kepada Kontan, Senin (2/2).


Baca Juga: Likuiditas Perbankan Longgar, Giro Jadi Mesin Utama Pertumbuhan DPK

Menurut Listianawati, pencapaian laba perusahaan tidak hanya bergantung pada hasil investasi, tetapi ditopang oleh kinerja underwriting, kualitas bisnis yang sehat, dan pengelolaan beban yang efektif. Oleh karena itu, Ciputra Life optimistis kinerja laba tetap dapat dijaga secara berkelanjutan. 

Sementara itu, Ciputra Life menargetkan pertumbuhan perolehan laba mencapai dobel digit pada 2026. Listianawati mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut.

Strateginya adalah berfokus melakukan pengembangan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis baik baru maupun existing dan melakukan inovasi produk. Ditambah, terus meningkatkan layanan, terutama after sales service kepada nasabah.

"Selain itu, kami juga senantiasa mengembangkan produk baru sesuai dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan layanan kepada nasabah, terutama melalui inisiatif digitalisasi. Dengan demikian, nasabah dapat dengan mudah menjangkau produk Ciputra Life," kata Listianawati.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Ciputra Life mencatakan perolehan laba setelah pajak yang dibukukan Ciputra Life mencapai Rp 54,8 miliar pada 2025. 

Adapun total investasi perusahaan mencapai Rp 1,06 triliun, dengan penempatan di instrumen saham sebesar Rp 129,7 miliar. Penempatan investasi di saham memakan porsi 12,26% terhadap total portofolio. 

Selanjutnya: Askrindo Perkuat Ketahanan Bisnis Hadapi Risiko Bencana dan Serangan Siber

Menarik Dibaca: 9 Manfaat Konsumsi Buah Ceri secara Rutin untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News