Ciputra: Pemerintah perlu anggarkan Rp 20 triliun untuk pendidikan wirausaha



JAKARTA. Pengusaha nasional Ciputra menilai, masih rendahnya angka wirausahawan di Indonesia karena kurangnya penanaman konsep kewirausahaan di bangku sekolah.“Ada Kementrian Koperasi dan UKM saja tidak cukup. Pendidikan kewirausahaan sudah harus dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Universitas. Supaya masuk nilai-nilainya ke dalam pikiran dan hati,” ujar Ciputra usai Penandatanganan MoU bagi Tenaga Migran Indonesia di Singapura, Jumat, (4/2).Ciputra menyoroti kecilnya presentase wirausahawan di Indonesia dibandingkan negara-negara lain di Asia. Menteri Koperasi dan UKM pernah mengungkapkan hingga akhir 2010 jumlah wirausaha Indonesia baru 0,18% dari keseluruhan penduduk. Angka ini jauh ketinggalan dibandingkan Malaysia yang sudah 2% dari keseluruhan penduduk, Thailand 4%, Singapura 7%, Taiwan 5%, dan Korea Selatan 5%.Menurut Ciputra, pemerintah perlu menyediakan porsi tersendiri dari anggaran pendidikan yang tersedia untuk pendidikan kewirausahaan. “Usul saya paling tidak Rp 20 triliun dari anggaran pendidikan untuk kewirausahaan. Pemerintah juga perlu mendirikan pusat penelitian khusus kewirausahaan untuk tahu seperti apa tipe wirausaha yang paling cocok diterapkan di Indonesia,” urainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie