Cisco Kembangkan Chip Penghubung Komputer Kuantum Berbeda



KONTAN.CO.ID - Cisco Systems memperkenalkan chip switching terbaru yang diklaim mampu menghubungkan berbagai jenis komputer kuantum.

Inovasi ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam membangun jaringan “internet kuantum” di masa depan.

Melansir Reuters Jumat (24/4/2026), Berbeda dengan perusahaan teknologi besar lain seperti Google dan IBM yang fokus mengembangkan komputer kuantum mereka sendiri, Cisco memilih strategi berbeda.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Jumat (24/4) Pagi: Brent ke US$106 dan WTI ke US$96,92

Perusahaan ini berupaya menciptakan infrastruktur yang dapat menghubungkan berbagai sistem komputasi kuantum dari beragam pengembang.

Saat ini, komputer kuantum dibangun dengan pendekatan teknologi yang beragam. Beberapa menggunakan atom rubidium yang ditembak dengan laser dalam ruang hampa, sementara yang lain memanfaatkan superkonduktor yang didinginkan hingga mendekati nol absolut.

Menurut Vijoy Pandey, Senior Vice President dan General Manager Outshift di Cisco, para peneliti meyakini bahwa masing-masing pendekatan memiliki keunggulan tersendiri di masa depan.

Oleh karena itu, chip switching yang dikembangkan Cisco dirancang untuk “menerjemahkan” berbagai sistem tersebut agar dapat saling terhubung.

Baca Juga: Emas Dunia Bersiap Catat Penurunan Mingguan Jumat (24/4) di Tengah Reli Harga Minyak

Chip ini bekerja pada suhu ruang dan menggunakan kabel serat optik telekomunikasi standar, sehingga lebih praktis dibandingkan teknologi kuantum lain yang umumnya memerlukan kondisi ekstrem.

Meski jaringan besar komputer kuantum diperkirakan baru akan terwujud pada dekade 2030-an, Cisco melihat potensi pemanfaatan teknologi ini dalam waktu lebih dekat, terutama di bidang keamanan siber.

Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco mengatakan bahwa meski chip yang diperkenalkan masih berupa prototipe, penerapan awalnya bisa mulai terlihat dalam tiga tahun ke depan.

Teknologi ini memanfaatkan prinsip dasar mekanika kuantum, di mana informasi dapat berada dalam lebih dari satu keadaan hingga diukur seperti ilustrasi terkenal Kucing Schrödinger.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Jumat (24/4), Ketidakpastian Timur Tengah Tekan Pasar

Melalui chip tersebut, Cisco dapat menghubungkan berbagai sensor kuantum dalam kondisi keterikatan (entanglement).

Jika terjadi penyadapan oleh pihak tidak bertanggung jawab, termasuk oleh agen kecerdasan buatan berbahaya, sistem dapat langsung mendeteksinya karena kondisi keterikatan akan runtuh saat informasi diambil.

Kemampuan ini dinilai dapat mengubah pendekatan keamanan jaringan secara fundamental, karena memungkinkan deteksi ancaman secara real-time berbasis prinsip fisika kuantum.

Dengan pengembangan ini, Cisco memperkuat posisinya dalam membangun fondasi teknologi masa depan, khususnya dalam menghadapi era komputasi dan jaringan berbasis kuantum.