KONTAN.CO.ID - Perusahaan perangkat jaringan asal Amerika Serikat (AS) Cisco Systems mengumumkan akan memangkas hampir 4.000 pekerja sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis yang difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI). Melansir
Reuters Kamis (14/5/2026), langkah tersebut diumumkan bersamaan dengan kenaikan proyeksi pendapatan tahunan perusahaan setelah lonjakan pesanan dari perusahaan hyperscaler atau operator pusat data berskala besar.
Baca Juga: Perang Iran Bayangi Kunjungan Trump ke China, Peta Aliansi Timur Tengah Bergeser Saham Cisco melonjak lebih dari 16% dalam perdagangan
after-hours usai pengumuman tersebut. CEO Cisco Chuck Robbins mengatakan, perusahaan yang akan memenangkan era AI adalah mereka yang mampu bergerak cepat dan mengalihkan investasi ke sektor dengan pertumbuhan dan nilai jangka panjang terbesar. Cisco menyebut perusahaan tengah meningkatkan investasi strategis pada chip silikon, optik, keamanan siber, hingga penerapan AI di lingkungan kerja internal perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga mengurangi sejumlah posisi kerja yang dianggap tidak lagi sejalan dengan prioritas bisnis baru. Sepanjang tahun fiskal berjalan, Cisco telah mencatat pesanan infrastruktur AI senilai US$ 5,3 miliar dari perusahaan hyperscaler.
Baca Juga: Harga Emas Turun Dua Hari Beruntun Rabu (13/5), Khawatir Suku Bunga AS Tetap Tinggi Perusahaan pun menaikkan target pesanan AI tahunan menjadi US$ 9 miliar dari sebelumnya US$ 5 miliar. Senior Vice President Product and Strategy Direxion Ryan Lee mengatakan, lonjakan belanja modal hyperscaler kini mulai mengalir ke sektor infrastruktur jaringan, bukan hanya chip AI. “Ini membuktikan investasi AI bukan hanya soal chip, tetapi juga jaringan berkecepatan tinggi yang menghubungkan sistem pusat data besar,” ujarnya. Cisco memang menjadi salah satu perusahaan yang diuntungkan dari meningkatnya kebutuhan jaringan untuk mendukung pusat data AI. Pesanan produk jaringan Cisco tumbuh lebih dari 50% pada kuartal III dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu, pesanan perangkat switching pusat data naik lebih dari 40%.
Baca Juga: Minyak Brent Ditutup Turun 2% Rabu (13/5), Cemas Inflasi AS dan Suku Bunga Tinggi Sepanjang tahun ini, saham Cisco telah menguat sekitar 32%. Chief Financial Officer Cisco, Mark Patterson, mengatakan pendapatan dari bisnis AI hyperscale berpotensi mencapai minimal US$ 6 miliar pada tahun fiskal 2027.
Untuk kuartal III yang berakhir 25 April, Cisco membukukan pendapatan sebesar US$ 15,84 miliar, lebih tinggi dibanding estimasi analis sebesar US$ 15,56 miliar. Cisco kini memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2026 berada di kisaran US$ 62,8 miliar hingga US$ 63 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 61,2 miliar hingga US$ 61,7 miliar. Perusahaan menyebut pemangkasan tenaga kerja akan dilakukan pada kuartal IV dan mencakup kurang dari 5% total karyawan. Per Juli lalu, Cisco memiliki sekitar 86.200 pegawai. Program restrukturisasi tersebut diperkirakan menelan biaya hingga US$ 1 miliar. Sekitar US$ 450 juta akan dicatat pada kuartal IV, sementara sisanya dibebankan pada tahun fiskal 2027.