Citi Pangkas Proyeksi Harga Bitcoin dan Ether dalam Setahun ke Depan, Jadi Berapa?



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Prospek investasi kripto agaknya meredup. Citigroup pun memangkas perkiraan 12 bulan untuk bitcoin dan ether, dengan alasan melemahnya selera investor dan arus dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang negatif.

Tambah lagi, kurangnya kemajuan dalam legislasi aset digital Amerika Serikat (AS) telah merusak prospek kedua mata uang kripto terbesar tersebut.

Perusahaan pialang tersebut, dalam catatan tertanggal Selasa (30/6/2026), menurunkan target harga bitcoin menjadi US$ 82.000 dari US$ 112.000 dan memangkas perkiraan harga ether menjadi US$ 2.240 dari sebelumnya US$ 3.175.


Bitcoin terakhir diperdagangkan pada level US$ 58.864,27, level terlemahnya sejak September 2024, setelah nilainya turun setengah dari titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 126.223,18 pada Oktober tahun lalu. Sementara harga terakhir Ether di US$ 1.585,63, level terendah sejak April 2025.

Baca Juga: Harga Emas hingga Bitcoin Kompak Anjlok, Ini Penyebabnya

Pasar kripto telah berjuang tahun ini di tengah meningkatnya volatilitas pasar, euforia investor seputar IPO besar yang diharapkan, dan arus keluar ETF yang terus-menerus yang melacak aset tersebut.

Kedua mata uang kripto tersebut diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan jangka panjangnya, mencerminkan sentimen bearish. Skenario terburuk Citi, yang mengasumsikan kondisi makroekonomi resesi dan arus keluar ETF yang berkelanjutan, menilai bitcoin di US$ 53.000 dan ether di US$ 1.094 selama tahun depan.

Citi mengatakan revisi tersebut didorong oleh keputusannya untuk memangkas asumsi arus masuk ETF bersih 12 bulan menjadi nol dari $10 miliar.

"Aliran ETF, pendorong penting harga, telah berbalik negatif baru-baru ini," sebut Citi seperti dikutip Reuters. Citi menambahkan aliran ETF bitcoin turun sekitar US$ 3,3 miliar sejauh tahun ini. Perusahaan pialang tersebut memperkirakan adopsi investor yang lebih luas akan tetap tertahan hingga muncul katalis baru.

Mereka juga mengatakan bahwa kemajuan yang lambat pada legislasi kripto AS dan kekhawatiran atas potensi penjualan bitcoin oleh perusahaan perbendaharaan aset digital telah memukul sentimen investor, dengan kelemahan tersebut bertepatan dengan rotasi ke aset terkait AI.

Baca Juga: Ada Potensi Bearish Bitcoin, Investor Diminta Tidak Khawatir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News