Citi Rekrutmen 500 Pekerja Wealth Management, Penempatan Terbesar di Asia



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Citigroup akan menempatkan rekrutmen global untuk divisi wealth management (manajemen kekayaan) di Asia. Ini karena bisnis private mereka di kawasan ini berkembang lebih cepat dan memiliki produktivitas lebih tinggi dibanding wilayah lain.

"Rencana rekrutmen global yang baru diumumkan ini akan berpusat di Asia, sekaligus di wilayah lain,” jelas Kepala Global Wealth Citigroup, Andy Sieg. Sieg sebelumnya memimpin bisnis wealth di Merrill Lynch dan direkrut oleh CEO Citi, Jane Fraser, pada 2023 untuk melakukan pembaruan di unit wealth.

Citi berencana merekrut sekitar 100 private banker secara global, ditambah sekitar 400 spesialis lain, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keuntungan bisnis wealth mereka.


Baca Juga: Samsung Setuju Bagi Bonus Jumbo untuk Pekerja Chip, Divisi Lain Masih Protes

“Di private bank, bisnis kami di Asia adalah yang tumbuh paling cepat,” kata Sieg dalam wawancara di Hong Kong. “Ini juga area yang paling produktif di private bank kami.”

Ia tidak merinci rencana rekrutmen spesifik di kawasan ini, tetapi menambahkan, sebagian besar perekrutan akan dilakukan di Asia, sebanding dengan fakta bahwa kawasan ini menyumbang persentase besar dari bisnis global kami.

Citi menetapkan target return on tangible common equity untuk unit wealth sebesar 15%–20% pada 2027–2028, dan di atas 20% dalam jangka menengah. Unit wealth mereka mencatat kenaikan laba bersih hampir 50% menjadi US$ 1,5 miliar pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Asia menjadi pilar utama strategi ini. Bisnis wealth Citi di Asia, termasuk Jepang, Asia Utara, Australia, dan Asia Selatan, menghasilkan sekitar US$ 3 miliar pada 2025, atau sekitar 35% dari total pendapatan global wealth Citi, menurut laporan resmi terbaru bank.

Sieg menyebut Indonesia sebagai contoh bagaimana Citi dapat mendukung klien kaya di tengah ketidakpastian pasar dan kebijakan.

“Situasinya juga kompleks saat ini.Pasar sangat fluktuatif, dan perubahan politik maupun kebijakan diumumkan setiap beberapa hari,” ujar Sieg. 

Citi tetap mempertahankan operasi wealth, kartu, dan perbankan ritel di Hong Kong dan Singapura, meski beberapa tahun terakhir menutup perbankan konsumer di 14 pasar di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Meksiko. Langkah ini bagian dari strategi Jane Fraser untuk menyederhanakan perusahaan dan memfokuskan modal pada bisnis dengan return lebih tinggi.

Bank ini juga ingin meningkatkan pendapatan dari klien yang sudah ada, setelah menggabungkan perbankan ritel ke unit wealth di AS pada kuartal pertama tahun ini.

“Jane dan dewan direksi tidak akan puas dengan bisnis yang hanya sedikit lebih maju dari posisi kita saat ini,” kata Sieg. “Mereka ingin kita membangun pemimpin industri di manajemen kekayaan.”