JAKARTA. Sebagai bank berpredikat konsumer, Citibank Indonesia terus mengembangkan produk di segmen konsumsi seperti kartu kredit. Batara Sianturi, CEO Citibank Indonesia mengatakan, pihaknya meluncurkan kartu kredit berbasis virtual, yaitu Citi Virtual Card Accounts (VCA) untuk nasabah korporasi di Indonesia. VCA ini menjadi salah satu inovasi untuk mendongkrak pertumbuhan kredit. Tahap awal, Citibank Indonesia akan menawarkan kepada korporasi untuk menambahkan fasilitas kartu kredit berbasis virtual dari sebelumnya kredit berbasis kartu. “Kami menargetkan transaski di VCA mencapai Rp 400 miliar-Rp 1,5 triliun dalam 12 bulan ke depan,” kata Batara, Rabu (28/9). Rieka Widyadhara Indah, Vice President Treasury & Trade Finance Solutions Product Citi Indonesia menambahkan, ada tiga korporasi yang sudah menggunakan jasa kartu kredit berbasis virtual. Perusahaan tersebut bergerak di multinasional dan e-commerce. Sedangkan, korporasi yang sudah memiliki kartu kredit korporasi mencapai 150 perusahaan.
Citibank Indonesia bidik Rp 1,5 triliun dari VCA
JAKARTA. Sebagai bank berpredikat konsumer, Citibank Indonesia terus mengembangkan produk di segmen konsumsi seperti kartu kredit. Batara Sianturi, CEO Citibank Indonesia mengatakan, pihaknya meluncurkan kartu kredit berbasis virtual, yaitu Citi Virtual Card Accounts (VCA) untuk nasabah korporasi di Indonesia. VCA ini menjadi salah satu inovasi untuk mendongkrak pertumbuhan kredit. Tahap awal, Citibank Indonesia akan menawarkan kepada korporasi untuk menambahkan fasilitas kartu kredit berbasis virtual dari sebelumnya kredit berbasis kartu. “Kami menargetkan transaski di VCA mencapai Rp 400 miliar-Rp 1,5 triliun dalam 12 bulan ke depan,” kata Batara, Rabu (28/9). Rieka Widyadhara Indah, Vice President Treasury & Trade Finance Solutions Product Citi Indonesia menambahkan, ada tiga korporasi yang sudah menggunakan jasa kartu kredit berbasis virtual. Perusahaan tersebut bergerak di multinasional dan e-commerce. Sedangkan, korporasi yang sudah memiliki kartu kredit korporasi mencapai 150 perusahaan.