Citifin raih pinjaman baru Rp 100 miliar



JAKARTA. PT Citifin Multi Finance Syariah kembali mendapat kucuran dana segar dari perbankan. Citifin akan meneken perjanjian kredit pada pekan depan.

Presiden Direktur Citifin Multi Finance Syariah, Ishak Herdiman menjelaskan, pinjaman tersebut dari PT BNI Syariah senilai Rp 100 miliar. Ini menjadi suntikan kedua dari BNI Syariah.

Sebelumnya, BNI Syariah sudah pernah mengucurkan kredit Rp 100 miliar kepada Citifin. Nantinya, fasilitas kredit ini untuk program pembiayaan kepemilikan mobil.


Citifin menargetkan pembiayaan senilai Rp 500 miliar di tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2015, kebutuhan pembiayaan telah terpenuhi 65%. Nah dengan adanya tambahan pinjaman baru, kebutuhan pembiayaan telah terpenuhi 85%. Sisa kebutuhan pembiayaan akan dipenuhi dari pinjaman perbankan.

Selain BNI Syariah, sumber pendanaan Citifin juga berasal dari Bank Muamalat, Bank Panin Syariah, BJB Syariah, Bank Kalimantan Selatan Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI.

Ishak bilang, fokus pembiayaan Citifin masih ke kendaraan roda empat bekas. "Selain itu, sebagian kecil pembiayaan kendaraan roda dua khusus diperuntukkan bagi karyawan perusahaan yang terafiliasi," ujar Iskhak. Ini untuk memitigasi risiko karena Citifin belum memiliki infrastruktur yang cukup.

Citifin belum tertarik menggarap pembiayaan kendaraan roda empat baru. Sebab segmen pasar Citifin adalah kalangan menengah ke bawah dengan usia kendaraan antara lima tahun hingga 15 tahun.

Saat ini, komposisi pembiayaan kendaraan penumpang dan city car berkontribusi sebesar 87,5% ke total kredit Citifin. Sisanya pembiayaan kendaraan niaga. Pembiayaan Citifin difokuskan pada kendaraan buatan Jepang.

Per Juni 2015,  aset Citifin tercatat sebesar Rp 540 miliar, naik dari Mei 2015 yang senilai Rp 505 miliar. Sementara total outstanding pembiayaan hingga saat ini Rp 485 miliar.

M Yulian Ma’mun, Corporate Secretary and Treasury Manager Citifin menambahkan, realisasi penyaluran kredit baru Citifin hingga semester I-2015 mencapai Rp 145 miliar. Meski jauh dari target, ia optimistis dapat mengejar target di paruh kedua 2015.

Meski kredit masih seret, rasio kredit macet Citifin malah naik dari 1,32% di Mei 2015 menjadi 1,4% per Juni 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News