Citra Nusantara (CGAS) Siapkan Capex Rp 60 Miliar pada 2026, Intip Penggunaannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 60 miliar pada tahun 2026. Alokasi capex ini sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas operasional dan pengembangan infrastruktur pendukung bisnis energi.

Direktur Utama Citra Nusantara Gemilang, Andika Purwonugroho membeberkan bahwa dari total anggaran capex, sekitar 60% dialokasikan untuk kebutuhan operasional utama, termasuk pengadaan peralatan dan infrastruktur penunjang distribusi gas. Sementara sekitar 40% akan digunakan untuk kegiatan pendukung operasional.

Kegiatan pendukung tersebut mencakup perawatan peralatan, peningkatan kesiapan fasilitas, serta penguatan sumber daya operasional untuk menjaga keandalan layanan dan mendukung ekspansi bisnis CGAS sepanjang tahun ini. Andika belum merinci realisasi capex CGAS hingga kuartal pertama 2026.


Baca Juga: Target Citra Nusantara (CGAS) pada 2026: Laba Bersih Tumbuh 50% dan Ekspansi LNG

Dia hanya memberikan gambaran bahwa realisasi capex CGAS masih berada pada tahap awal, yang difokuskan pada proses persiapan, koordinasi, serta verifikasi teknis terhadap sejumlah proyek dan pengadaan yang telah direncanakan. "Tahapan ini dilakukan guna memastikan implementasi capex dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan operasional maupun pengembangan bisnis Perseroan," kata Andika kepada Kontan.co.id, Kamis (14/5/2026).

Tak hanya bergerak di bisnis gas alam terkompresi alias Compressed Natural Gas (CNG), saat ini CGAS juga sedang menggelar ekspansi bisnis berbasis gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Tanpa merinci, untuk pengembangan bisnis berbasis LNG, Andika mengatakan bahwa CGAS telah merealisasikan sekitar 50% dari alokasi pendanaan yang direncanakan.

"Realisasi tersebut terutama digunakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan kesiapan operasional proyek LNG yang ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun ini," imbuh Andika.

Adapun, rencana ekspansi bisnis LNG akan dilakukan melalui pembangunan LNG Station Karawang yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. "Langkah ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis energi dan meningkatkan fleksibilitas layanan kepada pelanggan di berbagai segmen industri," terang Andika.

Hingga saat ini, progres pembangunan infrastruktur dan kesiapan produksi telah mencapai sekitar 55%, termasuk pengembangan fasilitas pendukung operasional LNG Station yang menjadi bagian dari strategi ekspansi bisnis. "Kehadiran LNG Station diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi Perseroan sekaligus mendukung perluasan layanan ke berbagai segmen pelanggan industri dan komersial," ujar Andika. 

Secara kinerja, laporan keuangan CGAS terbilang moncer pada awal tahun ini. Pendapatan CGAS tumbuh 28,11% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 135,01 miliar menjadi Rp 172,97 miliar pada kuartal I-2026. Sedangkan laba bersih CGAS melonjak 249,64% (yoy) dari Rp 1,41 miliar menjadi  Rp 4,93 miliar.

Andika mengungkapkan bahwa kinerja CGAS pada kuartal I-2026 ditopang oleh pertumbuhan permintaan gas industri dari sejumlah sektor strategis. CGAS juga mencatat peningkatan efisiensi operasional melalui optimalisasi rantai pasok, utilisasi infrastruktur, serta pengendalian biaya distribusi sehingga mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas pada periode berjalan. 

CGAS memproyeksikan pendapatan pada tahun 2026 akan mengalami pertumbuhan sekitar 30% – 40% dibandingkan capaian tahun 2025. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan tumbuh sekitar 50% dibandingkan tahun lalu. 

"Peningkatan tersebut didukung oleh adanya tambahan kapasitas LNG Karawang yang diharapkan dapat memperkuat volume penjualan dan kontribusi bisnis Perseroan secara keseluruhan," tandas Andika. 

Baca Juga: TikTok Shop Tokopedia Dorong Ekspor Brand Lokal ke Asia Tenggara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: