KONTAN.CO.ID - WINA/WASHINGTON. Citra satelit komersial menunjukkan dugaan serangan terbaru terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz, di tengah eskalasi perang udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Jika terkonfirmasi, ini menjadi serangan pertama yang diketahui terhadap situs nuklir Iran sejak operasi militer dimulai. Laporan tersebut disampaikan Institute for Science and International Security, yang menyebut citra dari perusahaan berbasis di Colorado, Vantor, memperlihatkan dua titik serangan pada akses menuju fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Natanz.
Fasilitas ini sebelumnya sudah diserang Amerika Serikat pada Juni lalu.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Aksi Aneh Iran di Fasilitas Nuklir, Ada Apa? Pendiri lembaga tersebut, David Albright, menyatakan berdasarkan analisis citra satelit, serangan diduga terjadi antara Minggu sore hingga Senin pagi waktu setempat. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah serangan dilakukan oleh Amerika Serikat atau Israel. Albright menyebut tiga bangunan di Natanz hancur. Dua di antaranya merupakan pintu masuk personel ke aula bawah tanah yang menampung ribuan sentrifugal pengayaan uranium. Bangunan ketiga menutupi satu-satunya jalur kendaraan menuju fasilitas bawah tanah tersebut. Meski aula itu sebelumnya dinyatakan tidak operasional akibat serangan Juni, laporan tersebut menilai kemungkinan masih terdapat sentrifugal atau peralatan yang bisa dipulihkan. Temuan ini sejalan dengan pernyataan utusan Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, yang menyatakan Natanz diserang pada Minggu. Pernyataan itu bertentangan dengan sikap Kepala International Atomic Energy Agency, Raphael Grossi, yang sebelumnya mengatakan tidak ada indikasi fasilitas nuklir Iran terkena serangan.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Fakta Baru, Iran Bangun Bunker Beton di Situs Nuklir Albright menilai perbedaan itu kemungkinan terjadi karena Grossi mengacu pada citra satelit yang lebih lama. Hingga kini, IAEA menyatakan masih memantau situasi melalui citra satelit, dengan kontak yang sangat terbatas dengan otoritas Iran dan tanpa kehadiran staf di lapangan. Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada Sabtu, dengan program nuklir Iran menjadi salah satu alasan utama yang dikemukakan. Iran kembali menegaskan penolakannya atas tuduhan mengejar senjata nuklir dan menyatakan fasilitasnya bersifat damai serta berada di bawah pengawasan internasional.