CKB akan bangun 8 Pusat Logistik pada 2017



JAKARTA. PT Cipta Kridatama Bahari (CKB) pada tahun ini memastikan akan membangun delapan Pusat Logistik Berikat (PLB). Tiga diantaranya sudah akan digarap pada semester pertama, yaitu PLB Semarang, PLB Surabaya dan PLB Gresik.

CKB menyatakan akan terus melakukan pengembangan PLB di setiap pulau, mengingat besarnya potensi pasar yang ada dan terbukanya peluang ekspansi.

Edi Prayitno Hirsam, GM and Head of Business Development CKB mengatakaan, saat ini, perusahaan eksis di 11 kota dan memiliki 5 distribusi center dengan total luas PLB mencapai 70.000 square meter (sqm).


Saat ini, perusahaan menangani berbagai macam klien dan secara tematik akan mengikuti kebutuhan industri di sekitar wilayah yang akan dikembangkannya. Terbaru, perusahaan membuka PLB Sorong untuk menopang kebutuhan industri migas di wilayah tersebut.

Ke depan perusahaan juga akan terus kembangkan di daerah lain. "Visi kami untuk PLB itu dengan benefit yang ada harus ada di setiap pulau. Targetnya, sampai tahun 2020 kami akan punya 300.000 sqm," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/6).

Menurut Edi, dengan mendekat pada kebutuhan industri dan tematik perusahaan bisa 'mencuri' klien yang sebelumnya menaruh barang-barang impornya di Singapura dan Malaysia. Pasalnya, dengan fasilitas PLB tersebut, perusahaan akan mendapat harga yang lebih murah dan jarak yang lebih dekat.

Hal ini penting, seperti misalnya untuk PLB Semarang yang nanti akan dibuka, bakal lebih banyak mendekat ke industri tekstil. Sedangkan untuk PLB Surabaya dan Gresik akan mendekat ke industri alat berat, iron dan metal.

Kendati tidak merinci proyek lainnya dan besaran investas yang dibutuhkan, dirinya mengatakan akan mengisi kebutuhan industri di setiap pulau untuk memenuhi semangat pemerintah yang ingin memangkas dwelling time di pelabuhan.

"Kami ada di Balikpapan dan di timur itu yang pertama di Papua terletak di Sorong yang akan sangat dekat dengan kebutuhan minyak and gas. Kami sedang development di Samarinda, Timika, Sorowako, dan Makasar," lanjut Edi.

Selain itu, perusahaan juga akan melakukan kerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan bahan baku impor untuk bisa menaruh barangnya di PLB atau mengundang importir untuk menaruh barangnya terlebih dahulu. Hal ini seperti PLB Karawang yang digunakan oleh industri aviasi untuk menaruh perangkat mesin dan spare part di sana. Selain itu, terbuka kerja sama dengan perusahaan lain yang membutuhkan kesiapan bahan baku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini