KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sariguna Primatirta Tbk (
CLEO) memperkuat strategi ekspansi dengan menambah fasilitas produksi dan mengembangkan inovasi produk untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Perusahaan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menargetkan pertumbuhan dua digit hingga akhir 2026, seiring rencana peningkatan jumlah pabrik yang beroperasi menjadi 35 unit. CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, perseroan mengandalkan inovasi produk, diferensiasi, ekspansi, serta penguatan jaringan distribusi untuk menangkap peluang pasar di tengah persaingan industri AMDK.
“Tahun ini, kami terus melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. Melalui berbagai strategi tersebut, kami yakin dapat menutup tahun ini dengan meraih pertumbuhan dobel digit,” ujar Melisa dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Moody’s Pertahankan Rating Baa3 untuk Freeport, Pemulihan Grasberg Jadi Kunci Saat ini, CLEO mengoperasikan 33 pabrik. Perseroan telah mengoperasikan fasilitas produksi baru di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun ini. Selanjutnya, CLEO menyiapkan pengoperasian pabrik di Pekanbaru, Riau, dan Pontianak, Kalimantan Barat. Apabila kedua fasilitas tersebut mulai beroperasi sesuai rencana, jumlah pabrik CLEO akan meningkat menjadi 35 unit pada akhir 2026. Penambahan fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar kapasitas manufaktur sekaligus memperluas jangkauan bisnis di berbagai wilayah potensial di Indonesia. Sejak berdiri pada 2004, CLEO secara bertahap mengembangkan fasilitas produksi dan jaringan distribusi di sejumlah daerah untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya. Selain ekspansi pabrik, CLEO mengandalkan inovasi kemasan sebagai salah satu strategi diferensiasi produk. Perseroan menghadirkan galon berkapasitas 19 liter dengan fitur smart handle yang diklaim telah dipatenkan, serta botol berukuran 220 mililiter yang diklaim sebagai salah satu kemasan AMDK teringan. CLEO juga mengembangkan produk air minum murni menggunakan teknologi nano filter. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya perseroan membangun keunikan produk di tengah persaingan industri AMDK yang diisi berbagai merek air mineral.
Baca Juga: BYD Targetkan 100 Titik Flash Charging di Indonesia hingga Akhir 2026 Melisa menilai, inovasi produk perlu mengikuti perubahan kebutuhan konsumen. Di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga perlu menawarkan nilai tambah dan keunikan untuk menarik minat pasar.
Strategi ekspansi dan pengembangan produk tersebut turut mendukung kinerja perseroan. CLEO menyebut penjualan dan laba bersih pada semester I-2026 masing-masing mencatatkan pertumbuhan dua digit. Meski demikian, perseroan tidak merinci persentase pertumbuhan maupun target nominal pendapatan dan laba bersih hingga akhir tahun dalam keterangan tersebut. Ke depan, CLEO berharap penambahan fasilitas produksi dapat memperkuat kapasitas pasokan dan mendukung penetrasi pasar di berbagai wilayah. Perseroan juga akan melanjutkan pengembangan produk serta memperkuat jaringan distribusi untuk menopang target pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News