KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (
CFIN) menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pertumbuhan piutang pembiayaan pada 2026. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo menjelaskan perusahaan menerapkan strategi utama berupa pertumbuhan selektif pada segmen berisiko terkelola, seperti pembiayaan kendaraan produktif dan alat berat.
"Selain itu, melakukan diversifikasi ke pembiayaan nonotomotif, termasuk pembiayaan multiguna dan syariah," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Begini Strategi Clipan Finance Tingkatkan Pembiayaan Kendaraan di 2026 Harjanto mengatakan strategi lain yang ditempuh adalah penguatan sistem manajemen risiko berbasis data untuk menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) tetap terkendali, serta akselerasi digitalisasi proses persetujuan pembiayaan guna meningkatkan efisiensi biaya dan pengalaman debitur. Secara keseluruhan untuk 2026, Harjanto mengatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan piutang pembiayaan yang lebih agresif dibanding 2025, dengan fokus pada peningkatan kualitas portofolio sekaligus ekspansi volume. Di sisi lain, Harjanto menyebut ada juga tantangan yang perlu diantisipasi, antara lain tekanan daya beli kelas menengah akibat inflasi dan kenaikan biaya hidup, serta potensi peningkatan NPF apabila pemulihan ekonomi tidak merata.
"Ditambah, adanya ketidakpastian pasar global yang dapat memengaruhi arus modal, serta intensitas persaingan dari fintech lending yang terus menggerus segmen debitur muda," ucapnya.
Pada 2025, Harjanto menerangkan Clipan Finance mencatatkan piutang pembiayaan sebesar lebih dari Rp 9 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News