KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi Non Performing Financing (NPF) hingga akhir 2026. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan faktornya yang perlu dicermati, yakni kondisi makro ekonomi dan daya beli masyarakat. "Sebagai bagian dari manajemen risiko yang berkelanjutan, perusahaan senantiasa mencermati dinamika kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026). Ke depannya, Harjanto menerangkan Clipan Finance akan menerapkan sejumlah strategi guna menjaga tingkat NPF tetap terkendali. Dia menyampaikan strateginya, yakni terus memperkuat diversifikasi portofolio, disiplin dalam pengelolaan risiko kredit, serta penguatan proses collection.
Clipan Finance Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi NPF hingga Akhir 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi Non Performing Financing (NPF) hingga akhir 2026. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan faktornya yang perlu dicermati, yakni kondisi makro ekonomi dan daya beli masyarakat. "Sebagai bagian dari manajemen risiko yang berkelanjutan, perusahaan senantiasa mencermati dinamika kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026). Ke depannya, Harjanto menerangkan Clipan Finance akan menerapkan sejumlah strategi guna menjaga tingkat NPF tetap terkendali. Dia menyampaikan strateginya, yakni terus memperkuat diversifikasi portofolio, disiplin dalam pengelolaan risiko kredit, serta penguatan proses collection.