Cemindo Gemilang (CMNT) Ikut Garap Proyek IKN, Ini Target Produksi dan Penjualannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski belum banyak menarik investor asing, pemerintahan Joko Widodo mencoba terus menggulirkan proyek di Ibu Kota Negara (IKN). Beberapa perusahaan mencoba mencicipi gurihnya megaproyek tersebut. Salah satunya PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT).

Direktur Komersial CMNT, Sufrindo Kalbu Adi mengatakan, CMNT saat ini sudah memegang proyek di IKN. Salah satu pabrik CMNT yang berada di wilayah Muara Jawa, Kalimatan Timur. “Pabrik kami ini sudah ada jauh sebelum groundbreaking IKN dan saat ini jaraknya sekitar 40 kilometer dari lokasi IKN,” ujarnya kepada Kontan.co.id, awal pekan ini.

Sufrindo mengaku, belum bisa memaparkan detail terkait jumlah proyek dan berapa penjualan semen untuk proyek di IKN. Namun, saat ini CMNT sudah mengirimkan semen untuk pembangunan jalan istana dan VIP Airport. Perusahaan yang disebut Semen Merah Putih ini juga menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak untuk proyek di IKN, salah satunya adalah PT Adhimix Precast Indonesia. “Angka pastinya nanti kami sampaikan di laporan keuangan saja,” paparnya.


Menurut Sufrindo, CMNT mengestimasi, pertumbuhan penjualan semen dapat mencapai di atas 5% di tahun 2024. Sebagai gambaran, di Indonesia, CMNT membukukan penjualan semen dan klinker domestik sebesar 4,87 juta ton, serta penjualan ekspor 3,54 juta ton pada tahun 2023.

Di Vietnam, penjualan semen dan klinker domestik sebesar 2,24 juta ton, serta penjualan ekspor 1,32 juta ton pada 2023. “Pertumbuhan penjualan di tahun ini mungkin sekitar 5% - 7% atau 5% - 10%,” ungkapnya.

Baca Juga: Mentas dari Kerugian, Cemindo Gemilang (CMNT) Meraup Laba di 2023

CMNT juga menargetkan pertumbuhan produksi semen sekitar 3% - 5% di tahun 2024. Pertumbuhan produksi perseroan tersebut akan setara atau di atas pertumbuhan produksi semen nasional. “Kami akan selalu tumbuh setara atau lebih tinggi daripada pasar. Kalau produksi industri tumbuh 5%, kami bisa tumbuh 5,5% - 6% dalam setahun,” tuturnya.

Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), CMNT mencatat produksi uemen kantong dan semen curah dari dua negara, yaitu Indonesia dan Vietnam. Pada 2023, CMNT memproduksi 3,3 juta ton semen kantong dan 1,5 juta ton semen curah di Indonesia. Di Vietnam, CMNT memproduksi 1,7 juta ton semen kantong dan 1,6 juta ton semen curah pada tahun lalu.

CMNT juga memperoleh pendapatan Rp 9,61 triliun di tahun lalu. Cenderung stabil dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 9,68 triliun. Hingga akhir tahun 2023, CMNT tercatat membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 154,80 miliar. Angka ini berbanding terbalik dengan kerugian yang diperoleh pada tahun 2022 sebesar Rp 89,36 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian