CNAF Catat Booking Pembiayaan Rp 3,70 Triliun di Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan kinerja penyaluran pembiayaan baru (booking) sebesar Rp 3,70 triliun sepanjang semester I-2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menjelaskan, realisasi pembiayaan sepanjang periode tersebut ditopang oleh segmen kendaraan baru (new car) yang menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja perseroan.

“Semester I-2026 ini CNAF membukukan booking senilai Rp 3,70 triliun dan ditopang oleh segmen pembiayaan kendaraan baru (new car),” ujar Ristiawan kepada Kontan, Rabu (8/7).


Ia menilai, pencapaian tersebut menjadi hasil yang cukup baik mengingat kondisi pasar saat ini masih menantang. Sebab, permintaan pembiayaan masih cenderung selektif, sehingga perusahaan tetap mengedepankan aspek kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan.

Baca Juga: TWP90 di Atas 5%, OJK Terus Awasi Ketat Fintech Modal Rakyat

Ristiawan menyebut, CNAF terus menjaga pertumbuhan bisnis dengan mengutamakan kualitas pembiayaan. Langkah tersebut dilakukan agar ekspansi pembiayaan tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Memasuki semester II-2026, CNAF optimistis prospek industri pembiayaan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka dengan didukung fundamental bisnis yang kuat serta strategi yang adaptif terhadap perubahan pasar.

“CNAF optimis dapat melanjutkan pertumbuhan yang sehat, berkualitas dan berkelanjutan hingga akhir tahun ini,” kata Ristiawan.

Untuk mencapai target bisnis sepanjang 2026, perusahaan akan menaruh fokusnya untuk menyalurkan pembiayaan pada segmen-segmen potensial, memperkuat pengelolaan risiko, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika industri.

“Strategi kami di tahun 2026 ini adalah tetap menjalankan bisnis dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, fokus kepada penyaluran pembiayaan di segmen-segmen yang potensial, pengelolaan risiko yang disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pasar,” terangnya.

Baca Juga: Pertumbuhan BNPL Masih Tinggi, ICT Institute: Industri Perlu Jaga Kualitas Pembiayaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News