KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate kembali meningkat menjadi 5,75%. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai kenaikan BI Rate juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menerbitkan obligasi. "Kami melihat bahwa kenaikan suku bunga acuan memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi strategi pendanaan perusahaan, termasuk dalam mempertimbangkan waktu dan instrumen pendanaan yang akan digunakan," kata Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Kontan, Selasa (7/7). Oleh karena itu, Ristiawan menyampaikan CNAF akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola struktur pendanaan perusahaan agar sejalan dengan kebutuhan bisnis. Hingga saat ini, dia menyebut instrumen obligasi tetap menjadi salah satu alternatif pendanaan yang diminati investor.
CNAF: Kenaikan BI Rate Jadi Pertimbangan dalam Penerbitan Obligasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate kembali meningkat menjadi 5,75%. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai kenaikan BI Rate juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menerbitkan obligasi. "Kami melihat bahwa kenaikan suku bunga acuan memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi strategi pendanaan perusahaan, termasuk dalam mempertimbangkan waktu dan instrumen pendanaan yang akan digunakan," kata Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Kontan, Selasa (7/7). Oleh karena itu, Ristiawan menyampaikan CNAF akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola struktur pendanaan perusahaan agar sejalan dengan kebutuhan bisnis. Hingga saat ini, dia menyebut instrumen obligasi tetap menjadi salah satu alternatif pendanaan yang diminati investor.