CNAF: Ketidakpastian Ekonomi Turut Berdampak Bagi Kinerja Multifinance per Maret 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance kembali melambat menjadi 0,61% Year on Year (YoY), dengan nilai Rp 514,09 triliun per Maret 2026. Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross multifinance tercatat meningkat menjadi 2,83% per Maret 2026.

Terkait hal itu, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyampaikan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja industri multifinance per Maret 2026. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan salah satunya kondisi ketidakpastian ekonomi global.

"Selain itu, sikap masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran bersifat konsumtif turut berdampak terhadap permintaan pembiayaan. Dengan demikian, memengaruhi pertumbuhan kinerja industri multifinance secara menyeluruh," katanya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).


Baca Juga: Marketplace Asuransi ZenInsure Tumbuh 3x Lipat, 10.000 Polis Tercetak di Awal 2026

Ristiawan juga melihat, industri multifinance kini mengutamakan aspek prudensial melalui penguatan kualitas portofolio. Dia menyebut strategi itu diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.

Mengenai kinerja CNAF, Ristiawan menyampaikan piutang pembiayaan CNAF tercatat senilai Rp 10,87 triliun per Maret 2026. Dia bilang kondisi piutang pembiayaan CNAF tersebut sejalan dengan tren industri yang mencatatkan pertumbuhan piutang yang melambat secara YoY, yaitu terkoreksi 6% YoY dari Rp 11,58 triliun per Maret 2025.

"Hal itu mencerminkan bahwa CNAF per Maret 2026 menerapkan strategi yang selektif dalam penyaluran pembiayaan, serta menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," ucapnya.

Baca Juga: BRI Buka Suara Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Fintech Koinworks Rp 600 Miliar

Lebih lanjut, Ristiawan mengungkapkan CNAF mencatatkan NPF per Maret 2026 di level 1,95% atau masih berada pada level yang terjaga dan sesuai dengan risk appetite perusahaan. Dia tak memungkiri pihaknya juga menerapkan sejumlah upaya dalam menjaga tingkat NPF tetap terjaga.

Adapun upaya CNAF, yakni memperkuat proses underwriting dan analisis kredit calon nasabah yang lebih komprehensif, dengan tetap melakukan reminder berkala atas kewajiban pembayaran angsuran nasabah sebagai bagian dari peningkatan kualitas portofolio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News