CNAF Masih Intip Peluang untuk Kembali Merilis Surat Utang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) masih membuka peluang untuk menerbitkan obligasi pada semester II-2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan dan mendukung kebutuhan pertumbuhan pembiayaan.

Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas perusahaan, serta kondisi pasar pada saat penerbitan surat utang.


Ristiawan bilang, ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menerbitkan obligasi. Mulai dari perkembangan yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar obligasi, tingkat permintaan investor, serta pricing yang dapat diperoleh.

Baca Juga: BFIN Siapkan Dana untuk Lunasi Obligasi Rp 200 Miliar yang Jatuh Tempo September 2026

"Ditambah, faktor kebutuhan pendanaan perusahaan, serta optimalisasi struktur dan tenor pendanaan," kata Ristiawan, belum lama ini.

Adapun sampai Juli 2026, perusahaan leasing milik Bank CIMB Niaga ini telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp 200 miliar. Penerbitan tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target penghimpunan dana hingga Rp 5 triliun.

Selain obligasi, pada Maret 2026, CNAF juga telah menerbitkan sukuk sebesar Rp 900 miliar sebagai bagian dari Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap IV Tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News