KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai prospek pembiayaan kendaraan listrik masih menjanjikan dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan bagi perusahaan multifinance pada tahun ini. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyebut hal itu didorong dengan ragam pilihan jenis kendaraan listrik yang makin beragam di
market. "Selain itu, sudah mulai terbentuknya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya transportasi ramah lingkungan atau
green mobility, sehingga
demand untuk segmen kendaraan listrik sudah mulai terbentuk," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).
Ristiawan mengatakan permintaan kendaraan listrik yang tinggi juga tercermin dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Diketahui, penjualan kendaraan listrik nasional pada 2025 tercatat meningkat sebesar 141% dari 43 ribu unit, menjadi 104 ribu unit.
Baca Juga: Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 103,1% pada 2025, Ini Kata Zurich Life Meski prospeknya menjanjikan, Ristiawan tak memungkiri bahwa ada tantangan yang menghadang dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik. Dia menjelaskan tantangan untuk segmen kendaraan listrik, seperti harga kendaraan yang meningkat akibat insentif pajak yang dihapus oleh pemerintah,
resale value atau penjualan kembali yang turun. "Ditambah, segmen kendaraan listrik belum termasuk produk yang
mass market," katanya. Terkait kinerja, Ristiawan menyampaikan penyaluran pembiayaan baru CNAF untuk kendaraan ramah lingkungan baik listrik dan hybrid tercatat Rp 303 miliar pada Februari 2026. Nilainya tumbuh, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp 149 miliar pada Januari 2026. Untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik, Ristiawan menyampaikan CNAF akan menerapkan strategi jitu. Salah satunya memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan mitra bisnis baik dealer dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk memastikan ketersediaan unit kendaraan sesuai dengan permintaan nasabah.
Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance tumbuh secara signifikan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,05 triliun per Januari 2026. "Nilainya tumbuh 39,13%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3/2026). Agusman menyampaikan pertumbuhan signifikan itu didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik. Dia juga memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance akan tetap tumbuh positif pada 2026, sejalan tren elektrifikasi kendaraan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News