CNAF: Pasar Otomotif Positif di Awal 2026 Tak Serta-merta Berdampak bagi Multifinance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil yang terbilang positif pada awal tahun ini tak serta-merta langsung berdampak terhadap penyaluran pembiayaan.

Asal tahu saja, Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler tumbuh 12,2% secara Year on Year (YoY), mencapai 81.159 unit pada Februari 2026. 

Selain itu, penjualan mobil secara ritel atau dari diler ke konsumen juga menunjukkan pertumbuhan positif 11,9% YoY, menjadi 78.219 unit pada Februari 2026.


PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai penguatan pasar otomotif diperkirakan baru akan terjadi pada semester II-2026, sehingga bisa berefek juga ke perusahaan multifinance.

Baca Juga: OJK Menilai Volatilitas IHSG Awal Tahun Dapat Mempengaruhi Kinerja Unitlink Saham

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman mengatakan hal itu didasari berbagai faktor, di antaranya adanya event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang diselenggarakan pada Semester II-2026.

Selain itu, Gaikindo juga pada tahun ini memproyeksikan penjualan mobil sebesar 850.000 unit, serta adanya optimisme OJK yang memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan di angka 6%-8%. 

"Momentum tersebut diyakini sebagai titik balik bangkitnya industri otomotif setelah 2025 cukup lesu. Alhasil, kondisi pada Semester II-2026 dapat berdampak positif juga pada industri multifinance, yang mana perusahaan pembiayaan akan dapat makin agresif dalam menyalurkan pembiayaan," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (18/3/2026).

Ristiawan menerangkan CNAF akan terus menyediakan akses pembiayaan kepada masyarakat di tengah kondisi pasar yang saat ini cukup menantang. Meski pasar otomotif terbilang positif awal tahun, CNAF tak langsung tancap gas dalam menyalurkan pembiayaan. dia bilang CNAF akan tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan. 

Baca Juga: BTN Beroperasi Terbatas Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 2026, Cek Jadwalnya

"Dalam menyalurkan pembiayaan, CNAF tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan aspek prudensial perusahaan," katanya.

Terkait kinerja, Ristiawan mengatakan penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp 672 miliar pada Februari 2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 17% secara bulanan, dari posisi Januari 2026 sebesar Rp 572 miliar. 

"Adapun total penyaluran pembiayaan hingga dua bulan pertama tahun ini mencapai Rp 1,24 triliun," tuturnya.

Ristiawan menerangkan pertumbuhan tersebut merupakan hal positif, didukung momentum Lebaran yang pada umumnya kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan. Dengan demikian, dia optimistis pertumbuhan pembiayaan akan terus meningkat hingga akhir kuartal I-2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News