KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan laba sebelum pajak atau Profit Before Tax (PBT) sebesar Rp 552 miliar pada 2026. Untuk mencapai target itu, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi jitu. Salah satu strateginya, yakni mengoptimalikan digitalisasi proses dalam hal kecepatan dan simplifikasi dokumen nasabah.
"Dengan demikian, akan makin memudahkan nasabah untuk proses pengajuan pembiayaan di CNAF," katanya kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: POJK Influencer Keuangan Akan Terbit Semester I-2026, Begini Bocoran Isinya Selain itu, Ristiawan berharap kondisi market dapat membaik, daya beli masyarakat kembali pulih, dan pemerintah berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi pada 2026. Dengan demikian, CNAF dapat menyalurkan pembiayaan dengan lebih maksimal. Ristiawan menambahkan sebenarnya CNAF melihat masih ada peluang kinerja untuk tetap tumbuh pada 2026, meski kondisi cukup menantang. Dia bilang hal itu dilihat dari pemberian kelonggaran aturan dari beberapa Peraturan OJK (POJK) yang ada. "Hal itu dapat menjadi ruang bagi perusahaan pembiayaan untuk lebih fleksibel dalam menyalurkan pembiayaan," tuturnya. Meskipun demikian, Ristiawan menyadari bahwa konflik geopolitik yang masih memanas, makro ekonomi masih belum stabil, dan prediksi belum pulihnya daya beli masyarakat juga bisa menjadi tantangan yang dihadapi pada 2026. Sementara itu, CNAF membukukan laba sebelum pajak pada 2025 sebesar Rp 440 miliar (unaudited). Nilainya mengalami penurunan 20%, jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 570 miliar. Ristiawan menyebut hal itu disebabkan kondisi market yang cukup menantang sepanjang 2025, serta daya beli masyarakat belum pulih dan linear dengan daya bayar mereka.
Baca Juga: Penyidik OJK Serahkan Adrian Gunadi kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News