HONG KONG. Demi efisiensi, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd berencana melepas aset di Argentina. Produsen minyak dan gas terbesar di China ini bakal menjual Bridas Corp, perusahaan minyak dan gas di Argentina. Sumber Bloomberg berbisik, CNOOC akan memulai penjualan Bridas. Saat ini, CNOOC memiliki 50% saham Bridas. Sisanya milik miliarder Argentina, Bulgheroni bersaudara. "CNOOC akan memakai uang penjualan untuk mendanai proyek di tempat lain." ujar sumber tersebut, Senin (7/4) Rencana pelepasan aset di Argentina bermula dari hasil evaluasi tahunan terhadap sejumlah proyek luar negeri. Produsen minyak milik Pemerintah China itu menghitung, penjaulan Bridas bisa mendongrak pemasukan dan uang kas CNOOC. Manajemen CNOOC berada dalam tekanan untuk mencetak kinerja kinclong. Efisiensi menjadi salah satu agenda penting pasca CNOOC menggelontorkan belanja modal CNY 120 miliar, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati royal belanja, CNOOC hanya membukukan kenaikan produksi 5,6% di tahun 2013. “Kontribusi aset di Bridas minimal dan posisi CNOOC hanya pemegang saha minoritas. Penjualan Bridas membuat kinerja CNOOC lebih baik," ujar Neil Beveridge, Analis Sanford C. Bernstein & Co. Belum jelas berapa besar nilai penjualan yang bakal disodorkan CNOOC. Sebagai gambaran, CNOOC membeli 50% saham Bridas seharga US$ 3,1 miliar di tahun 2010.
CNOOC ingin melepas 50% saham Bridas
HONG KONG. Demi efisiensi, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd berencana melepas aset di Argentina. Produsen minyak dan gas terbesar di China ini bakal menjual Bridas Corp, perusahaan minyak dan gas di Argentina. Sumber Bloomberg berbisik, CNOOC akan memulai penjualan Bridas. Saat ini, CNOOC memiliki 50% saham Bridas. Sisanya milik miliarder Argentina, Bulgheroni bersaudara. "CNOOC akan memakai uang penjualan untuk mendanai proyek di tempat lain." ujar sumber tersebut, Senin (7/4) Rencana pelepasan aset di Argentina bermula dari hasil evaluasi tahunan terhadap sejumlah proyek luar negeri. Produsen minyak milik Pemerintah China itu menghitung, penjaulan Bridas bisa mendongrak pemasukan dan uang kas CNOOC. Manajemen CNOOC berada dalam tekanan untuk mencetak kinerja kinclong. Efisiensi menjadi salah satu agenda penting pasca CNOOC menggelontorkan belanja modal CNY 120 miliar, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati royal belanja, CNOOC hanya membukukan kenaikan produksi 5,6% di tahun 2013. “Kontribusi aset di Bridas minimal dan posisi CNOOC hanya pemegang saha minoritas. Penjualan Bridas membuat kinerja CNOOC lebih baik," ujar Neil Beveridge, Analis Sanford C. Bernstein & Co. Belum jelas berapa besar nilai penjualan yang bakal disodorkan CNOOC. Sebagai gambaran, CNOOC membeli 50% saham Bridas seharga US$ 3,1 miliar di tahun 2010.