Co-location SenyuM BRI Unit Butuh Sudah Cairkan 100% Target Pinjaman Nasabah



KONTAN.CO.ID-PURWOREJO. Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mengakselerasi produk dan layanan Holding Ultra Mikro (UMi) kepada masyarakat.

Salah satunya melalui Co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) yang merupakan kantor satu atap dari gabungan BRI, Pegadaian dan PNM. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam mengakses layanan permodalan.

Salah satu unit yang menyediakan layanan SenyuM adalah BRI Unit Butuh, Kecamatan Kutuarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa tengah.


Kepala Unit Butuh Deasy Sulistyowati mengatakan, Kantor SenyuM Unit Butuh ini hanya menyediakan layanan Pegadaian yang sudah berdiri sejak Juli 2022. Adapun layanan yang disediakan adalah pembukaan rekening Simpedes UMI serta gadai emas dan non emas.

Ia bilang, setiap harinya Pegadaian di Kantor SenyuM Unit Butuh bisa melayani sekitar 10 nasabah. Kedepan, dirinya berharap semakin banyak nasabah yang datang untuk melakukan transaksi di Pegadaian Unit SenyuM ini.

"Kami belum banyak nasabah yang datang karena memang perlu juga untuk pemberitahuan istilahnya. Nasabah belum semua tahu kalau disini ada Unit SenyuM," ujar Deasy kepada Tim Jelajah KONTAN, Jumat (1/12).

Baca Juga: Gerai Senyum Mudahkan Warga Kutuarjo Akses Layanan Permodalan

Selain itu, jumlah penyaluran pinjaman layanan Pegadaian tersebut juga telah mencapai 100% target atau sekitar Rp 600 juta. Sementara untuk periode Juli 2022 hingga Desember 2022 baru tersalurkan sekitar Rp 300 juta.

"Untuk target kami sudah mencapai 100% target sampai bulan ini dan insyaallah sampai akhir tahun akan terus bertambah," katanya.

Tercapai target penyaluran tersebut lantaran tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang diberikan kepada nasabah. Deasy bilang, nasabah hanya cukup membawa barang yang akan digadai. Kemudian, petugas akan menaksir berapa pinjaman yang bisa dicairkan dari barang gadaian tersebut.

Barang yang bisa digadai juga bermacam-macam, mulai dari emas, barang elektronik hingga kendaraan.

Tidak hanya itu, pencairannya juga dalam bentuk cashless sehingga nasabah tidak perlu mengantri lagi di teller Bank.

"Pencairannya cashless tidak dalam bentuk uang tunai, tetapi langsung masuk ke rekening Simpedes UMI. Untuk pengambilan dananya kami buatkan sudah otomatis dengan kartu debitnya. Jadi nasabah bisa mengambil dananya di ATM terdekat," terang Deasy.

Ia mengaku, kebanyakan nasabah yang mengajukan pinjaman digunakan untuk pengembangan usaha, investasi hingga kebutuhan sehari-hari. Untuk besaran pinjaman juga beragam, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 25 juta berdasarkan nilai barang yang dijaminkan.

"Kalau disini nasabahnya mayoritas petani, usahanya dibidang pertanian," imbuh Deasy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat