Colliers Proyeksikan Permintaan Gedung Berseritifikasi Hijau Bakal Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Colliers Indonesia memproyeksikan permintaan terhadap gedung bersertifikasi hijau ke depan akan meningkat, seiring kepatuhan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi persyaratan dasar bagi banyak perusahaan di Indonesia.

Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo memperkirakan, tren ini akan mempercepat inisiatif peningkatan aset dan reposisi, serta menegaskan semakin pentingnya keberlanjutan dalam membentuk permintaan perkantoran.

"Banyak perusahaan kini semakin meninjau kembali bagaimana tempat kerja mendukung karyawan, tujuan organisasi, dan ambisi jangka panjang mereka," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).


Baca Juga: Jelang Mudik, Permintaan Mobil Bekas Naik: Innova, Avanza, Xpander Jadi Incaran

Colliers mencatat, dengan biaya listrik yang terus meningkat, menempati gedung hemat energi memberikan penghematan listrik sekitar 20–40% bagi penyewa dibandingkan gedung konvensional.

Senior Manager Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia, Zyotty Thamsil melanjutkan, efisiensi energi telah menjadi kebutuhan strategis bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya dan keberlanjutan.

Menurut dia, gedung berkinerja tinggi umumnya menawarkan konsumsi listrik yang lebih rendah, kenyamanan termal yang lebih baik, kualitas lingkungan dalam ruang yang lebih sehat, serta pengurangan emisi karbon yang dapat diukur.

Maka, dengan memilih berlokasi di gedung berkinerja tinggi, penyewa dapat mencapai jalur pengurangan emisi yang terukur dan hemat biaya.

Memang, lanjut Zyotty, tidak semua perusahaan berhasil mendapatkan ruang di gedung bersertifikasi hijau. Namun, penyewa di gedung non-sertifikasi tetap dapat menerapkan fit-out berorientasi keberlanjutan guna mengurangi dampak lingkungan.

Head of Project Management Colliers Indonesia, Rahmat Alam menyampaikan, insentif fit-out kini menjadi salah satu elemen penting dalam negosiasi sewa di pasar perkantoran Indonesia. Di tengah persaingan yang meningkat, pemilik gedung merespons dengan menawarkan insentif fit-out yang lebih luas untuk menarik dan mempertahankan penyewa.

Baca Juga: Bisnis Perhiasan Masih Berkilau, Central Mega Kencana Lanjutkan Ekspansi Gerai

“Dengan opsi pembiayaan fit-out yang fleksibel, perusahaan dapat mengelola pengeluaran secara lebih efektif sekaligus menempati ruang kerja baru lebih cepat," imbuh Rahmat.

Colliers merekomendasikan, penyewa dapat mengadopsi strategi tempat kerja yang disesuaikan dan berbasis data untuk mengevaluasi pola kerja, tingkat utilisasi, dan kebutuhan karyawan.

Dengan mendasarkan keputusan pada metrik ESG yang terukur dan wawasan organisasi yang nyata, Colliers melihat, bisnis dapat menciptakan solusi ruang kerja yang tangguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News