Colorpak mengincar laba US$ 4,5 juta



JAKARTA. Setelah mencetak pertumbuhan laba hingga tiga kali lipat pada 2014 lalu, tahun ini PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) mulai mengurangi ambisi untuk membidik laba. Manajemen perusahaan produsen tinta dan perlengkapan cetak film ini memprediksi sepanjang 2015 bisa mencetak laba bersih US$ 4,5 juta.

Target tahun ini mengempis 6,83% jika dibandingkan dengan realisasi laba 2014 yakni US$ 4,83 juta. "Target ini realistis pada kondisi seperti ini," ujar Direktur Operasional PT Colorpak Indonesia Tbk Antoni Gunawan, Senin (15/6).

Agar target tahun ini tercapai, Colorpak akan memperbanyak basis pelanggan serta mempertahankan harga jual. Perusahaan berkode CLPI di Bursa Efek Indonesia itu meyakini tahun ini ada pertumbuhan bisnis percetakan. Sebab bisnis ini masih menyimpan potensi pasar yang besar.


Colorpak akan berburu pelanggan di dalam negeri. Pasalnya, perusahaan ini telah meninggalkan pasar ekspor.

Antoni bilang, Colorpak pernah mengekspor ke China dan Australia. "Ekspor dihentikan sudah lama karena sudah ada pabrik tinta di sana jadi kami tidak perlu ekspor lagi," terang Antoni sembari menampik anggapan marginĀ  ekspor lebih kecil ketimbang jualan di dalam negeri.

Sebagai gambaran, sepanjang tahun lalu, Colorpak memiliki klien besar perusahaan kemasan, PT Prima Makmur Rotokemindo. Total pembelian perusahaan ini kepada Colorpak mencapai lebih dari 10% dari total pendapatan.

Bahkan jika di runut ke belakang secara berurutan sejak 2012 hingga 2014, nilai pembelian Prima Makmur kepada Colropak mencapai US$ 9,17 juta atau berkontribusi sekitar 14%. Berikutnya pada 2013 naik jadi US$ 9,59 juta atau berkontribusi 13%. Lalu nilai pembelian di 2014 adalah US$ 7,41 juta, atau berkontribusi sekitar 11%.

Hingga saat ini, Colorpak masih mengandalkan produksi di dua pabrik, yakni Tangerang, Banten dan Surabaya, Jawa Timur. Total kapasitas produksi keduanya 24.000 metrik ton (MT) per tahun.

Colorpak mendatangkan bahan baku dari Eropa, China, Korea Selatan, dan Jepang. "Bahan baku impor kualitasnya terjamin sedangkan di dalam negeri masih belum tersedia," ungkap Presiden Direktur PT Colorpak Indonesia Tbk Santoso Jiemy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia