Communications Cable (CCSI) Catat Kinerja Apik Tahun Lalu, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten manufaktur serat fiber optik kabel, PT Communications Cable Systems Tbk (CCSI) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2022. Pendapatan maupun laba bersih perseroan kompak melesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengutip materi paparan publik CCSI, realisasi pendapatan di tahun 2022 tercatat sebesar Rp 615,3 miliar. Angka ini mencapai 105% dari target yang dibidik perseroan sebelumnya sebesar Rp 588,5 miliar. 

Sedangkan jika dibandingkan tahun 2021, pendapatan di tahun 2022 bertumbuh hampir 50% dari posisi penjualan pada tahun 2021 yang senilai Rp 422,9 miliar. 


Wakil Direktur Utama Communications Cable Systems Sukarnen memaparkan, peningkatan kinerja selama tahun 2022 utamanya didorong oleh pemulihan kondisi dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Trisula International (TRIS) Menargetkan Pendapatan Tumbuh 5% pada Tahun 2023

Kondisi tersebut membuat proyek-proyek pelanggan yang sempat tertunda selama pandemi mulai berjalan kembali, sehingga permintaan produk perseroan pun ikut terkerek. 

"Jadi permintaan fiber optik untuk di darat itu tinggi sekali, kami menerima banyak sekali order dari pelanggan, yang kemudian kami syukuri juga bahwa kapasitas pabrik kami bisa melayani dengan cepat juga," ungkap Sukarnen, dalam Paparan Publik di Jakarta Jumat (24/3). 

Jika diperinci, pendapatan CCSI selama tahun 2022 masih didominasi oleh kabel standar yang mencapai Rp 485,74 miliar. Kemudian ada armoured cable sebesar Rp 32,32 miliar. 

Selain itu ada juga penjualan aksesoris dan penjualan tipa yang masing-masing berkontribusi sebesar Rp 12,08 miliar dan Rp 33,40 miliar. Terakhir, ada juga pendapatan dari jasa dan lainnya senilai Rp 52,07 miliar. 

Baca Juga: Penjualan dan Laba Depo Bangunan (DEPO) Kompak Naik pada Tahun 2022

Pertumbuhan kinerja juga berhasil dicapai perseroan dari sisi bottom line. Hingga akhir Desember 2022, CCSI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 50,1 miliar atau setara 108% dari target yang dibidik sebelumnya senilai Rp 46,3 miliar.

Jika dibandingkan dengan realisasi laba bersih di tahun 2021, angkanya melesat dari semula Rp 38,7 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi