CompareAsia investasi US$ 1 juta di Halomoney



JAKARTA. CompareAsia, perusahaan teknologi pembanding produk-produk keuangan, merogoh kocek lebih dari US$ 1 juta untuk membangun situsnya di Indonesia. Situs berbasis produk dan layanan keuangan di pasar dalam negeri itu sendiri baru meluncur bulan lalu.

Gerald Eder, Managing Partner Compare Asia Group mengatakan, pihaknya masih akan menempatkan biaya investasi untuk optimalisasi sistem teknologi informasi yang digunakan. “Kami masih mencari investor, individu atau pun institusi,” ujarnya ditemui KONTAN, Jumat (2/5).

Apalagi, sambung dia, pihaknya ingin mengembangkan situs bertajuk www.halomoney.co.id ke layanan aplikasi mobile. Pengembangan ini lantaran dalam tiga pekan berselancar di dunia maya, situsnya sudah dikunjungi lebih dari 10.000 pengguna internet setiap pekannya.


“Kami mengincar pertumbuhan pengunjung yang mampir ke Halomoney meningkat 20% setiap pekan. Kami optimistis, karena peluang pasarnya masih sangat besar, terutama jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 20% - 25% dari total populasi,” terang dia.

Halomoney merupakan situs pembanding produk keuangan, seperti deposito, kartu kredit, kredit perumahan rakyat, produk asuransi jiwa dan asuransi umum hingga produk-produk telekomunikasi. Halomoney menawarkan informasi dan menyisir keunggulan masing-masing produk keuangan sesuai kebutuhan konsumen.

CompareAsia sendiri telah menawarkan layanan comparison tool system ini di beberapa negara Asia, antara lain Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, termasuk Indonesia.

Di Hong kong, Stuart Glendinning, Head of Channels Compare Asia Group mengungkapkan, situs ini telah berhasil menyumbang pendapatan meski baru diluncurkan September 2013 lalu. “Situs ini digemari oleh konsumen karena membantu masyarakat menghemat keuangan dengan mengenal produk keuangan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia