Conoco Philips hengkang dari Indonesia?



JAKARTA. Turunnya harga minyak memicu banyak perusahaan kecil kolaps. Indikasi ini pun berdampak pada salah satu perusahaan besar asal Amerika yang kabarnya akan melelang salah satu Blok-nya di Indonesia.

Begitulah yang diungkapkan oleh sumber KONTAN. Ia menyampaikan bahwa ada salah satu perusahaan yang siap-siap hengkang dari Indonesia karena aksi korporasinya yang ingin fokus di Amerika saja.

Setelah diselidiki oleh KONTAN, ternyata dua minggu yang lalu, Conoco Phillips mengajukan izin untuk membuka data room kepada ESDM. Sementara izin membuka data ini sudah diberikan pada Jumat (7/08).


Ketika dikonfirmasi pada SKK Migas, Sub Bidang Hubungan Masyarakat dan Protokoler Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Zuldadi Rafli membenarkan kalau Conoco Phillips membuka data room. Namun, ia menekankan bahwa Conoco belum melakukan jual aset. "Ini cuma buka data saja ya, ini bukan berarti dia mau pergi, proses membuka data ini berlangsung selama 3-6 bulan," ungkap Zuldadi, Senen (10/08).

Adapun, menurut Zuldadi data room yang dibuka ini hanya untuk Block B Laut Natuna Selatan saja. Ia mengatakan biasanya yang diprioritaskan untuk melihat data room ini partner dari Chonoco selama ini, yaitu Chevron dan Inpex.

Ia menambahkan, selama ini terjadi pelepasan aset dari perusahaan besar biasanya bukan karena mundur tiba-tiba. "Bisa jadi karena mereka tidak ada duit dan biasanya bloknya masih dalam masa eksplorasi," ungkap Zuldadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie