KONTAN.CO.ID - Antonio Conte membantah tengah menjalani negosiasi lanjutan untuk menggantikan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United (MU). Pelatih asal Italia tersebut juga menepis kabar bahwa dirinya telah mengajukan tuntutan kendali penuh atas klub serta sejumlah persyaratan finansial. Pernyataan Conte muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Carrick menyusul performa buruk MU.
Klub berjuluk Setan Merah itu menempati peringkat ke-13 klasemen Premier League dan posisi ke-20 dalam klasemen Liga Champions setelah kalah telak 1-4 dari klub Italia, Como, pada Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Bank Sentral Rusia Tahan Suku Bunga 14%, Proyeksi Inflasi 2026 Naik Kekalahan tersebut memperpanjang catatan MU tanpa kemenangan menjadi tujuh pertandingan di seluruh kompetisi. Situasi ini turut memicu spekulasi mengenai masa depan Carrick di Old Trafford. “Nama saya telah dikaitkan dengan sejumlah klub, tetapi saat ini tidak ada negosiasi yang berada pada tahap lanjutan,” kata Conte dalam pernyataan tertulis, Jumat (23/10/2026), seperti dikutip Reuters. Mantan pelatih Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Napoli itu mengatakan masih ingin mempertimbangkan secara matang kapan akan kembali menangani sebuah klub setelah menjalani periode sukses bersama Napoli. Conte membawa Napoli menjuarai Serie A musim 2024/2025. Ia menegaskan keputusan untuk kembali melatih akan diambil ketika kondisi dinilai tepat. Ia juga membantah pemberitaan yang menyebut dirinya telah meminta kendali penuh atas klub yang ingin merekrutnya, sekaligus mengajukan tuntutan finansial tertentu. “Laporan tersebut tidak berdasar karena saat ini tidak ada landasan konkret untuk penilaian semacam itu,” ujarnya. Conte menambahkan, jika muncul tawaran yang konkret, ia akan membuka pembicaraan dengan klub terkait dan mempertimbangkan persyaratan kerja sama bersama-sama. Menurut dia, keputusan tersebut harus memperhitungkan kebutuhan kedua belah pihak. Sebelumnya, dalam wawancara dengan The Athletic pada awal Oktober, Conte mengungkapkan keinginannya melatih klub yang dinilai telah kehilangan arah dan identitas sejarahnya. Ia ingin membantu klub tersebut kembali bersinar.
Baca Juga: Aset Nasabah Kaya di Singapura Tumbuh 6% di 2026, Ini Pemicunya Fabian Hurzeler juga bantah rumor Selain Conte, nama pelatih Brighton & Hove Albion Fabian Hurzeler juga dikaitkan dengan posisi manajer MU. Namun, pelatih berusia 33 tahun itu menegaskan fokusnya saat ini tetap bersama Brighton. Hurzeler mengatakan jadwal pertandingan yang padat membuatnya tidak memiliki waktu untuk memikirkan spekulasi tersebut. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Carrick atas pekerjaannya bersama MU pada musim sebelumnya. Brighton saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Premier League setelah mencatatkan serangkaian penampilan impresif.
Sementara itu, tekanan terhadap Carrick terus meningkat setelah rentetan hasil negatif MU.
Baca Juga: Apple Luncurkan iPhone Lipat Seharga Rp 36 Juta, Stok Langka dan Permintaan Tinggi Kapten Bruno Fernandes bahkan menyebut timnya telah menunjukkan “mentalitas kekalahan” dan mempertanyakan pendekatan taktik yang digunakan. Carrick pun telah menyampaikan permintaan maaf atas penampilan timnya saat menghadapi Como. Meski spekulasi pergantian manajer terus berkembang, Conte dan Hurzeler sama-sama belum mengonfirmasi adanya pembicaraan konkret untuk mengambil alih kursi pelatih MU.