Converse PHK Karyawan Korporat, Selaraskan Operasi dengan Strategi Nike



KONTAN.CO.ID - Merek sepatu dan apparel Converse yang dimiliki Nike dikabarkan memangkas sejumlah posisi korporat sebagai bagian dari penyesuaian model operasional dengan perusahaan induknya.

Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan kepada Reuters Kamis (12/2/2026) bahwa langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan struktur organisasi Converse dengan strategi transformasi Nike yang tengah dijalankan.

Baca Juga: OpenAI Tuduh DeepSeek China Latih Model AI Lewat Distillation dari Model AS


“Beberapa posisi dihapus dan banyak lainnya akan mengalami perubahan lingkup kerja serta struktur pelaporan,” ujar sumber tersebut.

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh karyawan di fungsi korporat Converse akan terdampak dalam berbagai tingkat perubahan.

Laporan awal pekan ini juga menyebutkan bahwa karyawan Converse diminta bekerja dari rumah selama proses restrukturisasi berlangsung, seiring Nike melakukan perubahan strategis guna memulihkan pertumbuhan penjualan.

Bagian dari Upaya Turnaround Nike

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perombakan yang lebih luas di bawah kepemimpinan CEO Nike, Elliott Hill, untuk mengembalikan pangsa pasar yang sempat tergerus oleh para pesaing.

Baca Juga: AS-Taiwan Teken Kesepakatan Dagang, Pangkas Tarif & Tingkatkan Pembelian Barang AS

Pada Januari lalu, Nike telah memangkas sekitar 775 karyawan di divisi distribusi, dengan tujuan meningkatkan profitabilitas dan mempercepat pemanfaatan otomatisasi.

Pemutusan hubungan kerja tersebut menyusul gelombang pengurangan tenaga kerja yang diumumkan tahun lalu sebagai bagian dari program efisiensi dan pemulihan kinerja.

Converse sendiri sebelumnya juga telah melakukan pengurangan karyawan pada Mei 2024 sebagai bagian dari rencana penghematan biaya perusahaan induk.

Bentuk Tim Lintas Fungsi

Sebagai bagian dari realignment, Converse akan membentuk tim lintas fungsi (cross-functional squads) yang berfokus pada kategori olahraga tertentu, mengikuti pendekatan strategi Nike secara global.

Baca Juga: Peringatan Standard Chartered: Bitcoin Bakal Anjlok ke US$ 50.000 Dulu?

Tim tersebut mencakup kategori sportswear, basket, energi, dan apparel, dengan tujuan meningkatkan fokus produk serta mempercepat pengambilan keputusan.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya Nike memperkuat kembali posisi mereknya di tengah persaingan industri olahraga global yang semakin ketat.

Selanjutnya: OpenAI Tuduh DeepSeek China Latih Model AI Lewat Distillation dari Model AS

Menarik Dibaca: 9 Kesalahan Feng Shui di Rumah yang Bisa Menghambat Energi Positif