KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan bahwa pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Persero) atau PT DSI bakal memberikan efek domino positif yang signifikan bagi perekonomian nasional. Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menekankan kehadiran entitas baru ini dirancang untuk mendongkrak pendapatan negara, memperkuat kesejahteraan masyarakat, hingga memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri. Dony menjelaskan, pembentukan DSI merupakan langkah taktis pemerintah dalam mengoptimalkan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA), melalui pengawasan yang lebih ketat dan transparan.
"Pertama, kita berharap dengan kebijakan ini tentu akan memberikan nilai tambah terhadap pendapatan dari negara kita. Kalau kemudian tidak memberikan dampak berarti ada yang salah," ujarnya dalam Konferensi Pers di Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Danantara Pastikan Transparansi PT DSI, Bakal Godok Harga Acuan Selain menyumbang devisa yang lebih besar bagi kas negara, Dony menekankan bahwa masyarakat juga akan menikmati buah dari pengelolaan SDA ini. "Kedua, kita juga tentu berharap memberikan nilai tambah juga kepada masyarakat. Kalau perusahaan itu dikelola secara transparan, tentu net income atau profitnya akan menjadi lebih baik. Dan rata-rata perusahaan ini kan perusahaan (terbuka) TBK yang juga akan merasakan manfaat lebih," terangnya. Lebih lanjut, Dony mengungkapkan, pelaku usaha juga dipastikan mendapat kepastian hukum dan tata niaga yang lebih adil melalui perumusan harga acuan bersama. Adapun, selama masa transisi enam bulan ke depan, Danantara berkomitmen membuka ruang dialog yang seluas-luasnya dengan pelaku usaha untuk merumuskan formula kebijakan terbaik. "Ketiga, tentu kita juga berharap keberadaan Danantara Sumber Daya Indonesia ini memberikan manfaat juga untuk para pengusaha. Bahwa dalam tahapan transisi selama 6 bulan itu kan banyak diskusi yang akan kita lakukan. Baik termasuk juga mengenai penentuan patokan harga yang nanti akan kita diskusikan dengan pemerintah dan juga dengan seluruh pelaku usaha," tandasnya.
Baca Juga: Lawan Kebocoran Devisa, DSI Jadi Ujung Tombak Transformasi Aset Negara Sebelumnya, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, berharap DSI mampu berfungsi sebagai pusat kendali ekonomi nasional. Badan ini bertugas memastikan negara memiliki transparansi serta kendali penuh terhadap arus devisa komoditas strategis nasional. Menurutnya, kehadiran regulasi formal perlu didukung oleh tata kelola yang kredibel, transparan, serta dibangun oleh prinsip profesionalisme. Syarat tersebut akan membuat lembaga baru ini mampu menjalankan fungsi pengawasan secara efektif.
Ronny menilai, setidaknya terdapat tiga indikator utama untuk mengukur efektivitas kinerja DSI sejak langkah awal dalam mentransformasi. Indikator tersebut mencakup peningkatan retensi devisa hasil ekspor di dalam negeri yang terukur, transparansi transaksi melalui integrasi data lintas lembaga, serta efisiensi ekonomi yang menjaga daya saing dunia usaha. “Kehadiran DSI bisa dipahami sebagai instrumen koreksi struktural negara agar kekayaan alam tidak berhenti sebagai angka ekspor, tetapi benar-benar menjadi sumber penguatan fiskal, stabilitas moneter, dan pembiayaan pembangunan nasional,” ujar Ronny.
Baca Juga: DSI Jadi Instrumen Baru Pemerintah Awasi Ekspor Komoditas SDA Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News